6 Tips Melindungi Data Pribadi agar Tidak Bocor

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 04 Mei 2020 15:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 04 92 2208938 6-tips-melindungi-data-pribadi-agar-tidak-bocor-UiNQeqw0eo.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA- Di dunia digital sekarang ini, data pribadi dapat disalahgunkan dengan mudahnya. Data pribadi tersebut menyangkut nama, alamat, tanggal lahir, email, pasword, data kesehatan, data lokasi, rincian bank dan keunganan lainnya.

Data pribadi bahkan kerap diperjualbelikan di dark web. Sebuah studi oleh Armor yang meneliti harga pasar gelap untuk data pribadi menemukan bahwa jumlah yang dibayarkan untuk data bervariasi dari USD40 hingga USD200.

Laporan Investigasi Pelanggaran Data 2018 oleh Verizon menemukan bahwa sekitar 98 persen insiden keamanan dan 93 persen pelanggaran data melibatkan manipulasi perilaku atau phishing. Untuk mencegah data pribadi Anda dicuri, berikut beberapa tips untuk melindungi data pribadi Anda seperti dilansir dari laman Info Secinstitute, Senin (4/5/2020).


1. Jangan Klik Tautan di Email

Untuk mencuri data pribadi pengguna, biasanya peretas menggunakan modus email phishing atau mengirimkan tautan berisi malware untuk menipu korban. Ketika Anda mendapatkan email mencurigakan jangan klik tautan tersebut.

Sebagai gantinya, ketikkan URL layanan yang ingin Anda masuki langsung di peramban. Menurut Microsoft dalam Security Intelligence Report (SIR) phishing masih menjadi metode favorit serangan cyber. Dalam Laporan Investigasi Pelanggaran Data 2018 oleh Verizon, mereka menemukan bahwa 30 persen orang mengklik tautan dalam email spoof.

Jika Anda mengeklik tautan, ada kemungkinan besar Anda akan mengungkapkan data pribadi atau memasang malware ke perangkat Anda, yang pada akhirnya akan mencuri data pribadi.

2. Perhatikan Asisten Digital Perangkat Anda

Ketika Anda menggunakan asisten pribadi, pastikan Anda menghapus percakapan yang direkam secara teratur. Matikan juga asisten digital Anda jika tidak menggunakannya. Internet of Things (IoT) secara umum sering bergantung pada data pribadi Anda untuk melakukan tugas atau hanya untuk mencatat kepemilikan Anda.

Memastikan bahwa data pribadi yang disimpan di dalam IoT dilindungi dengan cara yang sama seperti halnya data apa pun penting. Ada beberapa kasus di mana Alexa mengungkapkan data pribadi kepada orang tak dikenal tanpa persetujuan. Yang terbaru terjadi ketika pengguna Amazon Echo meminta data mereka di bawah aturan GDPR "hak untuk mengakses". Selain datanya sendiri, ia juga menerima 1700 rekaman suara dari seseorang yang tidak dikenal.


3. Hapus File Lama

Pastikan Anda menyimpan replikasi data seminimal mungkin. Hapus file lama yang tidak Anda gunakan. Kata kunci keamanan dunia maya adalah “de-risiko.” Tidak akan pernah ada keamanan 100% tetapi mengurangi jumlah tempat yang dapat dikompromikan membantu mengurangi risiko.

4. Minimalkan Jumlah Data Pribadi di Media Sosial

Minimalkan jumlah data pribadi yang Anda miliki di platform media sosial. Ini termasuk hal-hal seperti detail pribadi seperti nama gadis ibu, nama hewan peliharaan favorit dan sebagainya.

Media sosial adalah kumpulan data terbuka yang bisa dicuri penjahat cyber sesuka hati. Informasi seperti nama gadis ibu kadang-kadang digunakan untuk memulihkan kredensial akun.

 

5. Enkripsi Data

Enkripsi data apa pun yang Anda simpan di hard drive dan gunakan aplikasi seperti Telegram jika Anda berbagi data pribadi. Ada hampir 13,5 miliar catatan data hilang sejak 2013 dan hanya 4 persen yang dienkripsi. Enkripsi adalah lapisan perlindungan yang dapat mencegah data yang hilang atau dicuri diekspos.

6. Perbarui Perangkat

Tetap perbarui komputer dan perangkat seluler Anda. Kerentanan perangkat lunak memungkinkan malware menginfeksi perangkat Anda. Malware mencuri data dan login kredensial ke akun online.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini