4 Fenomena Langit yang Terjadi pada Mei 2020

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 05 Mei 2020 10:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 05 56 2209348 4-fenomena-langit-yang-terjadi-pada-mei-2020-NOXyPOZJoj.jpeg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA- Puncak hujan meteor Eta Aquarids telah menghujani Bumi pada malam hati hingga dini hari, Selasa (5/5/2020). Hujan meteor ini mampu menghasilkan 60 meteor per jam pada saat puncaknya. Sebagian besar aktivitas terlihat di belahan Bumi selatan.

Sementara itu, pada Belahan Bumi utara, angka ini dapat mencapai sekitar 30 meteor per jam. Ini diproduksi oleh partikel debu yang ditinggalkan oleh komet Halley, yang telah dikenal dan diamati sejak zaman kuno.

Hujan meteor ini berlangsung setiap tahun dari 19 April hingga 28 Mei. Selain hujan meteor tersebut berikut beberapa fenomena langit yang akan terjadi pada bulan Mei 2020, seperti dikutip dari laman Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) serta berbagai sumber, Selasa (5/4/2020).

1. Merkurius Dekati Matahari

Konjungsi superior Merkurius akan terjadi pada 5 Mei 2020. Merkurius akan menjauh dari Bumi dan planet tersebut tidak dapat diamati dari Bumi. Hal tersebut lantaran poisis Merkurius berpapasan dekat dengan Matahari.

Menurut situs Planetarium, peristiwa konjungsi merupakan hal yang wajar Namun, apabila kita bayangkan bahwa planet-planet, Bulan, dan Matahari berada pada 1 lokasi di kubah langit, maka besar kemungkinan terjadinya adalah dalam selang waktu 8,6x1046 tahun.

Tentu sesuatu yang sukar kita bayangkan karena usia Jagad Raya saja berdasar penelitian terakhir baru berusia orde 13 milyard (13x109) tahun. Sebut semisal terjadi konjungsi itu di awal lahirnya Tata Surya yang kisaran 5 milyard tahun (5x109 tahun), maka baru akan terjadi lagi konjungsi itu sekitar orde 1036 tahun yang akan datang

2. Supermoon

Bulan purnama (supermoon) terjadi pada 7 Mei 2020. Fase ini terjadi pada pukul 17.45 WIB, di mana jarak Bumi dengan Bulan adalah 361184 Km (0.987 x jarak rata-rata Bumi Bulan) dengan ukuran diameter mencapai 33.08 menit busur.

Pada fase ini, Bulan terletak di belakang Bumi bila dilihat dari Matahari dan wajahnya akan sepenuhnya diterangi cahaya Matahari. Untuk diketahui, bulan purnama ini dikenal oleh suku-suku asli Amerika awal sebagai 'Bulan Bunga Penuh' karena ini adalah waktu tahun ketika bunga musim semi muncul dengan jumlah besar.

Bulan ini juga dikenal sebagai 'Bulan Tanam Jagung Penuh' dan 'Bulan Susu'. Bulan ini menjadi yang terakhir dari empat supermoon di tahun 2020. Bulan akan berada pada posisi terdekatnya ke Bumi dan mungkin terlihat sedikit lebih besar dan lebih terang dari biasanya.

 

3. Bulan Baru

Fenomena Bulan baru akan terjadi pada 22 Mei 2020. Bulan akan terletak di sisi Bumi yang sama dengan Matahari dan tidak akan terlihat di langit malam. Fase ini terjadi pada pukul 00:39 UTC.

Fenomena ini akan terjadi pada pagi hari, seperti dalam Bulentin Antariksa dijelaskan bahwa waktu 00:39 UTC sama dengan pukul 07:39 WIB.

Ini adalah waktu terbaik dalam sebulan untuk mengamati benda-benda redup seperti galaksi dan gugusan bintang karena tidak ada cahaya Bulan yang mengganggu.

4. Matahari Tepat di atas Ka'bah

 

Fenomena Matahari akan berada tepat di atas Ka'bah dapat diamati di Indonesia pada 28 Mei 2020 pukul 16.18 WIB. Fenomena tersebut dapat disaksikan dari Indonesia bagian barat hingga tengah.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini