Apple Produksi Jutaan AirPods di Vietnam

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Sabtu 09 Mei 2020 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 09 207 2211432 apple-produksi-jutaan-airpods-di-vietnam-J7CQha11xQ.jpeg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA- Apple akan memproduksi jutaan earphone nirkabel, AirPods di Vietnam untuk pertama kalinya pada kuartal ini. Menurut laporan Nikkei Asia Review, ada sekitar 3 juta hingga 4 juta unit atau sekitar 30 persen dari total produksi AirPods pada kuartal ini dibuat di Vietnam.

Namun, relokasi produksi belum termasuk AirPods Pro, versi high-end dengan fitur peredam bising yang diperkenalkan Apple Oktober lalu. Mayoritas produk AirPods diproduksi di China, meskipun beberapa perangkat elektronik dikenakan tarif tambahan yang dikenakan oleh administrasi Pemerintahan Amerika Serikat tahun lalu. Produk Apple lainnya seperti iPhone dan MacBook, belum terkena tarif dan sebagian besar masih dirakit di China.

"Produksi massal AirPods di Vietnam dimulai pada awal Maret. Para pejabat Vietnam bahkan memberikan izin khusus untuk perakit kunci Apple AirPods untuk membantu perusahaan membawa insinyur ke negara itu untuk kelancaran produksi selama penguncian," kata kata sumber yang dekat pada masalah tersebut kepada Nikkei Asia Review.

Vietnam mulai mengurangi beberapa tindakan kuncian pada akhir April. Pada pertengahan Januari, ketika Amerika Serikat dan China menandatangani fase pertama kesepakatan untuk meredakan konflik perdagangan selama setahun, Apple telah memperlambat upaya untuk menggeser produksi keluar dari China, basis produksi terbesarnya.

Tapi pandemi global telah berfungsi sebagai pengingat tambahan bagi perusahaan teknologi tentang pentingnya diversifikasi dan keberlanjutan manufaktur bukan hanya biaya rendah. Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China telah meningkat lagi ketika pejabat administrasi Trump merencanakan cara untuk melepaskan rantai pasokan dari China sebagai hukuman atas penanganan epidemi negara tersebut.

Tokyo juga mengatakan akan mendanai rencana relokasi produksi perusahaan-perusahaan Jepang untuk memangkas ketergantungan negara itu pada China.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini