Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

WHO Bikin Aplikasi Pelacakan Virus Corona

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Minggu 10 Mei 2020 09:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 05 10 207 2211683 who-bikin-aplikasi-pelacakan-virus-corona-Nuzu7M0QbW.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berencana untuk meluncurkan aplikasi virus corona (Covid-19) bulan ini. Aplikasi tersebut diharapkan mampu menjangkau orang-orang di negafa yang kekurangan sumber daya untuk menilai apakah mereka mungkin memiliki Covid-19.

Dilansir dari laman CDR Info, Sabtu (9/5/2020) Kepala Petugas Informasi untuk WHO, Bernardo Mariano mengatakan bahwa aplikasi tersebut akan menanyakan kepada orang-orang tentang gejala mereka dan menawarkan panduan tentang apakah mereka mungkin memiliki Covid-19.

Aplikasi tersebut juga akan memiliki fitur pelacakan kontak berbasis Bluetooth, yang telah digunakan oleh Apple dan pengembang Google. Teknologi ini akan bergantung pada ponsel yang memiliki jarak beberapa kaki satu sama lain selama setidaknya lima menit.

Ponsel nantinya menyimpan catatan pertemuan semacam itu yang dianonimkan, yang memungkinkan seseorang yang kemudian dites positif untuk secara anonim mengirim pemberitahuan ke kontak terbaru tentang kemungkinan paparan virus.

Apple dan Google mengatakan sistem mereka tidak akan menggunakan data apa pun untuk keperluan lain dan akan dihentikan ketika pandemi berakhir.

Aplikasi ini akan tersedia di toko aplikasi secara global, dan pemerintah mana pun akan dapat mengambil teknologi yang mendasari aplikasi, menambahkan fitur dan merilis versinya sendiri di toko aplikasi, kata Mariano.

"Nilainya benar-benar untuk negara-negara yang tidak memiliki apa-apa. Kami akan membantu negara yang tidak mampu menyediakan aplikasi," kata Mariano.

India, Australia, dan Inggris telah merilis aplikasi virus resmi menggunakan teknologi mereka sendiri, dengan fitur-fitur umum termasuk memberi tahu orang-orang apakah akan diuji berdasarkan gejala mereka dan mencatat pergerakan orang untuk memungkinkan pelacakan kontak yang lebih efisien.

Beberapa negara memilih untuk menggunakan pelacakan kontak, atau proses menemukan, menguji, dan mengisolasi individu yang berpapasan dengan individu yang menular.

Mariano mengatakan dia ingin memasukkan alat tambahan di luar pemeriksa gejala, termasuk panduan mandiri untuk perawatan kesehatan mental.

WHO berencana untuk merilis panduan segera minggu depan mengenai masalah yang harus dipertimbangkan oleh negara-negara saat mereka mempertimbangkan aplikasi penelusuran kedekatan mereka sendiri.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini