Hacker Klaim Retas 1,2 Juta Akun Bhinneka

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 11 Mei 2020 09:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 11 207 2212094 hacker-klaim-retas-1-2-juta-akun-bhinneka-xk37Eryp23.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Peretasan e-commerce kembali terjadi. Kelompok peretas ShinyHunters mengklaim berhasil menjual data 10 perusahaan di dark web. Data yang diretas bahkan mencapai 73,2 juta. Dari angkat tersebut, sebanyak 1,2 juta di antaranya merupakan data pengguna toko online Bhinneka.

Untuk diketahui, Bhinneka merupakan toko berbasis online asal Indonesia yang menjual barang-barang elektronik hingga solusi digital seperti kamera, printer, software, dan masuk banyak lagi.

Dilansir dari laman ZDnet, Senin (11/5/2020) dari 73,2 juta data, ShinyHunters mematok harga USD18.000 atau sekira Rp268,2 juta, dengan setiap basis data dijual terpisah.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut 10 perusahaan yang berhasil diretas oleh ShinyHunters.

- Aplikasi kencan, Zoosk (30 juta akun)

- Layanan printing, Chatbooks (15 juta akun)

- Platform fashion Korea Selatan, SocialShare (6 juta akun)

- Delivery makanan, Home Chef (8 juta akun)

- Marketplace online, Minted (5 juta akun)

- Portal news online, Chronicle of Higher Education (3 juta akun)

- Majalah Furniture Korea Selatan, GGuMim (2 juta akun)

- Majalah kesehatan, Mindful (2 juta akun)

- Toko online, Bhinneka (1,2 juta)

- Koran Amerika Serikat, StarTribune (1 juta)

Grup peretas telah membagikan sampel dari beberapa database yang dicuri. Keaslian beberapa database yang terdaftar masih belum diverifikasi saat ini. Namun, sumber-sumber di komunitas intel seperti Cyble, Nightlion Security, Under the Breach dan ZeroFOX percaya ShinyHunters merupakan kelompok peretas yang tidak main-main.

Beberapa pihak percaya kelompok ShinyHunters memiliki hubungan dengan Gnosticplayers yang merupakan kelompok peretas yang menjual belasan juta data Bukalapak pada 2019.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini