Efek Pandemi Covid-19, Ericsson Prediksi Langganan Layanan 5G Meningkat

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 11 Mei 2020 18:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 11 54 2212489 efek-pandemi-covid-19-ericsson-prediksi-langganan-layanan-5g-meningkat-lM1iHauMvG.jpeg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA - Pandemi virus corona (Covid-19) tidak hanya berdampak pada kesehatan, namun juga melumpuhkan ekonomi. Meskipun demikian, sektor telekomunikasi mengalami lonjakan permintaan yang tinggi.

Pasalnya, banyak masyarakat di seluruh dunia yang bekerja dari rumah untuk mengurangi penyebaran virus.

Perusahaan jaringan dan telekomunikasi multinasional asal Swedia, Ericsson mengungkapkan bahwa trafik layanan internet meningkat hingga 20 persen di masa pandemi sekarang ini. Dengan kondisi ini, perusahaan memprediksi adanya kenaikan berlangganan 5G pada lima tahun mendatang karena efek pandemi.

Kepala Pemasaran Strategis Ericsson, Patrik Cerwall menambahkan bahwa perkiraan ada 2,8 miliar langganan 5G pada 2025, sebelumnya perusahaan memperkirakan 2,6 miliar.

"Jangka panjang kita melihat 2025, 2,8 miliar langganan 5G," kata Cerwall.

Ericsson menjadi perusahaan yang berjuang untuk 5G selain Nokia dan Huawei. Untuk diketahui, Ericsson juga menyasar Indonesia sebagai salah satu negara yang menggelar 5G. Menurut penelitian yang dilakukan perusahaan, konsumen di Indonesia memiliki ekspektasi layanan 5G dapat tersedia dalam waktu dua tahun.

Ericsson mengungkapkan jika pengguna ponsel di Indonesia telah mengharapkan layanan 5G untuk kebutuhan internet lebih cepat dan banyak manfaat lain. Bahkan, sekitar separuh pengguna ponsel di Indonesia akan mengganti operator mereka dalam kurun waktu enam bulan jika operator yang mereka gunakan saat ini tidak menyediakan layanan 5G.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini