Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teknologi Fast Charging Bisa Turunkan Kapasitas Baterai Ponsel?

Sindonews, Jurnalis · Senin 11 Mei 2020 13:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 05 11 57 2212262 teknologi-fast-charging-bisa-turunkan-kapasitas-baterai-ponsel-zOWzdEE01Z.jpg (Foto: Ist)

BEIJING - Beberapa produsen ponsel menghadirkan teknologi fast charging atau pengisian daya cepat pada perangkat mereka. Agar fast charging tidak memberikan efek buruk pada baterai, tampaknya produsen perlu menetapkan batasan yang aman.

Dikutip Sindonews, pada April lalu, Oppo meluncurkan Ace2, ponsel yang ditenagai Snapdragon 865, layar refresh rate 90Hz, sensor sidik jari di layar, dan unit bekerja dengan baik di pasar.

Tentu, ini bukan handset yang paling menjanjikan di luar sana. Namun untuk harga awal USD565, ini sama baiknya dengan yang didapat.

Ponsel memiliki baterai 4.000 mAh yang mendukung pengisian kabel cepat 65W dan pengisian nirkabel 40W. Meskipun itu mungkin terdengar hebat, kecepatan pengisian daya ternyata punya dampak yang harus dibayar pengguna.

Oppo tampaknya telah mengonfirmasi bahwa teknologi 40W menurunkan baterai hingga 70% dari kapasitasnya dalam siklus yang sama dibandingkan pengisian 15W hingga 90%.

Ini mungkin menjelaskan mengapa beberapa OEM seperti Google dan Apple tidak mengejar angka watt yang besar, karena potensi imbasnya sangat besar. Dan, dalam hal apa pun, pengisian daya cepat 15W sudah cukup bagi kebanyakan orang.

Oppo sepertinya yakin bahwa pengisian daya yang luar biasa cepat adalah cara yang harus dilakukan. Menurut rumor, handset perusahaan lainnya, OnePlus berikutnya juga akan mendukung pengisian daya kabel berkecepatan tinggi hingga 65W.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini