Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Peretasan Akun WhatsApp, Pakar ITE: Jangan Berikan Kode OTP

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 11 Mei 2020 11:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 05 11 92 2212184 cegah-peretasan-akun-whatsapp-pakar-ite-jangan-berikan-kode-otp-EcxlNV1m5j.jpg Ilustrasi (Foto: Iharare)

JAKARTA - Peretasan akun WhatsApp belakangan ini cukup meresahkan masyarakat. Untuk mencegahnya, pakar hukum Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Ronny mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memberikan kode OTP (One-Time Password) WhatsApp kepada orang lain.

Seperti diketahui, ketika seseorang akan masuk ke aplikasi WhatsApp dengan nomor ponsel, pengguna akan diminta untuk memasukan kode verifikasi atau OTP yang dikirim melalui pesan singkat. Ini artinya, kode OTP menjadi kunci untuk dapat mengakses WhatsApp dengan nomor ponsel yang dimasukan. 

“Kalau ada pihak yang ingin mengaktifkan WhatsApp dengan nomor HP seseorang maka ada kendala yaitu OTP untuk masuk di HP orang itu dan sepanjang OTP atau kode token tidak diberikan maka tidak bisa pelaku menggunakan no HP orang,” kata Ronny kepada Okezone, Senin (11/5/2020). 

Dikutip dari laman resmi WhatsApp, kemungkinan peretasan bisa saja terjadi. WhatsApp tidak memiliki cukup informasi untuk mengidentifikasi siapa yang berusaha memverifikasi akun WhatsApp pengguna. Namun, pengguna dapat mencegah upaya peretasan tersebut.

“Jika seseorang mencoba mengambil alih akun Anda, untuk melakukannya mereka perlu kode verifikasi SMS yang dikirim ke nomor telepon Anda. Tanpa kode tersebut, pengguna yang mencoba memverifikasi nomor Anda tidak dapat menyelesaikan proses verifikasi dan menggunakan nomor telepon Anda di WhatsApp. Dengan demikian akun WhatsApp Anda tetap dalam kendali Anda,” tulis WhatsApp.

WhatsApp menambahkan bahwa platformnya memiliki fitur enkripsi end-to-end, di mana pesan disimpan pada perangkat pengguna, sehingga ketika ada orang yang mengakses akun pengguna pada perangkat lain tidak dapat membaca percakapan di masa lalu.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini