Pakar Keamanan: Data Pribadi Lebih Mahal daripada Minyak Dunia

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 12 Mei 2020 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 12 207 2212978 pakar-keamanan-data-pribadi-lebih-mahal-daripada-minyak-dunia-PzBkTabEHc.jpg Ilustrasi (Foto: Unsplash)

JAKARTA - Data pribadi tampaknya menjadi barang mewah di era digital sekarang ini. Bahkan pakar keamanan siber dari Vaksicom, Alfons Tanujaya menyebutkan bahwa data pribadi lebih mahal dari minyak dunia.

Alfons menegaskan bahwa pengguna internet perlu berhati-hati dengan kasus peretasan yang menimpa beberapa e-commerce di Indonesia. Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Tokopedia, Bukalapak, dan Bhinneka mengalami kebocoran data. Bahkan jutaan akun pengguna diperjualbelikan di dark web.

“Ini tidak main-main, misalnya ada orang beli 15 juta data. Itu ada username dalam bentuk email, tanggal lahir, dan nomor HP. Lalu, ia membuat promo palsu, seperti misalnya Berkah Ramadhan dengan voucher Rp300.000. Nantinya mereka akan kirim melalui email atau sms dengan link. Target yang mengklik email tersebut akan digiring ke formulis pishing mengatasnamakan e-commerce ternama. Waktu masuk klik dapat password-nya. Kalau di tangan yang tepat akan sangat banyak sekali,” kata Alfons.

Sehingga ia mengingatkan pengguna untuk berhati-hati terhadap email phishing, terutama untuk beberapa pengguna e-commerce yang datanya telah bocor. Selain itu, jangan menggunakan data yang bocor seperti email, nomer ponsel, dan tanggal lahir sebagai password karena mudah ditebak.

“Kalau memiliki banyak akun sangat dianjurkan untuk menggunakan password yang unik dan berbeda-beda. Ketika Anda susah mengingatnya cobalah menggunakan Password Manager dan pastikan platform yang Anda gunakan mengaktifkan two factor authentication,” imbuh Alfons.

Selain itu, ia mengimbau agar pengguna jangan menyimpan data pribadi seperti nomor kartu kredit.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini