Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perangi Corona, Militer AS Kembangkan Alat Pendeteksi Covid-19

Sindonews, Jurnalis · Selasa 12 Mei 2020 11:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 05 12 56 2212776 perangi-corona-militer-as-kembangkan-alat-pendeteksi-covid-19-kmtMbKQz8R.jpg (Foto: Ist)

PENTAGON - Beberapa perusahaan teknologi melakukan berbagai cara untuk menghadapi atau memerangi virus corona. Tidak hanya perusahaan teknologi, militer Amerika Serikat juga memerangi virus corona dengan mengembangkan perangkat pendeteksi Covid-19.

Dikutip Sindonews, laporan terbaru menunjukkan bahwa militer AS, tepatnya Angkatan Darat AS ingin segera mengembangkan perangkat yang dapat dipakai untuk mendeteksi berbagai gejala COVID-19.

Menurut laporan media, Angkatan Darat AS telah menandatangani kontrak litbang senilai USD25 juta dengan perusahaan teknologi. Tujuan utama kontrak ini adalah mengembangkan perangkat yang dapat dipakai yang mendeteksi gejala awal COVID-19.

Menurut tender, militer AS sangat perlu mengembangkan perangkat ini. Dibutuhkan alat diagnostik yang dapat dipakai dan cepat untuk mengidentifikasi dan mengisolasi kasus sebelum gejala. Ini juga akan membantu melacak atau mencegah penyebaran virus Corona.

Alat diagnostik tersebut dapat dikenakan di pergelangan tangan seperti jam tangan atau pada sabuk baju. Tujuannya untuk menyediakan biomarker molekuler untuk demam, sesak napas, paparan virus, dan bahkan indikator antibodi.

Selanjutnya, perangkat memantau pemakainya secara real-time. Jika ada gejala minor, sensor akan secara otomatis mengingatkan pengguna. Dengan cara ini, staf medis dapat melakukan tes komprehensif, isolasi dan diagnosa lebih lanjut lainnya.

Virus Corona baru menjadi lebih menular ketika korban menunjukkan gejala. Dengan demikian, ada kebutuhan untuk mendeteksi gejala “bayi”. Ini mungkin akan menghilangkan kebutuhan untuk pengujian acak.

Saat ini, unit tentara di Fort Benning, Georgia, bertanggung jawab untuk memastikan kemampuan tempur canggih prajurit jarak dekat. Ini juga mengubah kacamata yang digunakan dalam pertempuran menjadi peralatan yang mampu mengukur suhu 300 tentara dalam 25 menit.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini