Virus Corona Mereda, Penjualan Smartphone di China Naik 17%

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 13 Mei 2020 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 13 207 2213451 virus-corona-mereda-penjualan-smartphone-di-china-naik-17-UqMWiuDF6c.jpeg Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA- China sudah mulai membuka kembali lockdown (penguncian wilayah) setelah angka kasus virus corona mulai mereda. Hal tersebut juga menyumbang dalam meningkatkan penjualan smartphone di negara tersebut.

Menurut data Akademi Teknologi Informasi dan Komunikasi China (CAICT) yang berada di bawah Kementerian Perindustrian negara itu, penjualan smartphone di China meningkat hingga 17 persen pada April 2020, dibandingkan bulan yang sama tahun lalu.

Dikutip dari Laman Neowin, Rabu (13/5/2020) CAICT menambahkan angka penjualan mencapai 40,8 juta ponsel di April 2020. Sementara itu penjualan pada April 2019 mencapai 34,8 juta. Sayangnya tidak ada data berapa besar porsi penjualan ponsel Android dan iOS.

Sebelumnya, perusahaan riset melaporkan penurunan pengiriman Apple pada Q1 2020, dengan pengiriman perusahaan Cupertino menurun menjadi satu digit. Pembuat smartphone seperti Apple dan pesaingnya tidak secara terbuka mengungkapkan pengiriman regional.

Menurut kelompok penelitian, pengiriman untuk Huawei yang berbasis di Shenzhen tidak menunjukkan perubahan besar pada kuartal tersebut, sementara pembuat smartphone China lainnya seperti Oppo, Vivo, dan Xiaomi mengalami penurunan volume pengiriman sebesar persentase dua digit.

Pasar smartphone di China yang merupakan pasar terbesar di dunia akan mengalami penurunan besar-besaran akibat wabah virus korona. Menurut laporan dari perusahaan riset IDC, pengiriman smartphone di China kemungkinan turun 40% pada kuartal pertama 2020 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

"Kekurangan komponen, penutupan pabrik, mandat karantina, logistik, dan pembatasan perjalanan akan menciptakan hambatan bagi vendor ponsel cerdas untuk memproduksi handset dan meluncurkan perangkat baru," kata analis IDC, Sangeetika Srivastava.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini