Matahari dalam Masa 'Lockdown', Apa Dampaknya?

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Senin 18 Mei 2020 10:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 18 56 2215714 matahari-dalam-masa-lockdown-apa-dampaknya-eIsvuK2fMl.jpg Ilustrasi (Foto: NASA)

JAKARTA - Matahari memiliki aktivitas di permukaannya, berfluktuasi seiring waktu. Beberapa fenomena dikaitkan dengan periode saat ada peningkatan frekuensi aktivitas matahari serta periode minimum matahari yang menandai sebaliknya.

Para ahli kini percaya bahwa terjadi fenomena 'solar minimum'. Fenomena ini mungkin menyebabkan terjadinya gempa Bumi hingga cuaca dingin.

Dikutip Indiatimes, saat periode solar minimum atau minimum matahari, aktivitas di permukaan matahari turun secara dramatis. Menurut beberapa ahli, ini mungkin merupakan permulaan periode terdalam dari minimum matahari atau resesi sinar matahari yang pernah tercatat.

Para ahli menunjukkan bahwa bintik matahari pada matahari telah menghilang. Nomor bintik matahari digunakan untuk menghitung jumlah bintik matahari yang ada di permukaan matahari pada waktu tertentu. Ini adalah satu-satunya indeks di mana manusia memiliki catatan sejarah yang panjang dan terperinci.

Astronom Dr. Tony Phillips menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan yang terparah dalam satu abad terakhir. "Medan magnet matahari telah menjadi lemah, memungkinkan sinar kosmik ekstra ke tata surya," jelasnya dalam sebuah laporan oleh The Sun.

"Kelebihan sinar kosmik menimbulkan bahaya kesehatan bagi para astronot," kata Dr. Phillips.

Selain itu, kelebihan sinar kosmik juga bisa mempengaruhi terhadap udara kutub, elektro-kimia atmosfer atas Bumi dan dapat membantu memicu petir.

Penguncian (lockdown) matahari secara historis mengarah ke periode bencana antara 1790 dan 1830. Disebut Dalton Minimum, periode tersebut mengalami "dingin yang brutal, kehilangan panen, kelaparan dan letusan gunung berapi yang kuat," laporan itu menyebutkan.

Ilmuwan NASA sekarang khawatir bahwa rekaman sunspot baru-baru ini dapat menjadi indikasi hal-hal seperti itu akan terulang.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini