Matahari Akan Padam dan Menyebabkan Kepunahan, Benarkah?

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Selasa 19 Mei 2020 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 18 56 2215844 matahari-akan-padam-dan-menyebabkan-kepunahan-benarkah-78n3PZqBsl.jpg (Foto: The New York Times)

JAKARTA - Matahari dikabarkan berada dalam situasi 'lockdown', di mana terjadi fenomena 'solar minimum' atau aktivitas di permukaan matahari yang turun secara dramatis. Fenomena ini kabarnya bisa berpotensi memunculkan gempa Bumi hingga cuaca dingin.

Matahari merupakan bola pijar raksasa yang memancarkan cahayanya ke seluruh alam semesta, planet-planet di sistem tata surya. Meskipun demikian, secara sains dapat dijelaskan bahwa suatu hari matahari akan padam.

Buku 'Alquran vs Sains Modern menurut Dr. Zakir Naik' karya Ramadhani, dkk mengungkap bahwa matahari akan padam dan menyebabkan kepunahan.

Seperti diketahui, cahaya matahari muncul karena terjadinya proses kimia pada permukaannya yang berlangsung selama lima miliar tahun. Dalam Alquran disebutkan mengenai matahari. "Dan Matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui," bunyi Surah Yaasin Ayat 38.

Ayat ini dalam bahasa Arab yang digunakan ialah 'mustaqarr', yang berarti tempat atau waktu yang telah ditentukan. Dengan demikian, Alquran mengatakan bahwa matahari berjalan menuju waktu yang telah ditentukan.

Hingga sampai pada waktu tertentu, matahari akan berakhir, redup atau padam. Sains juga menjelaskan bahwa benda-benda di alam semesta terbentuk akibat terjadinya peristiwa Big Bang atau ledakan besar.

Maka, benda-benda ini juga akan hancur karena terjadi ledakan besar akibat kekuatan energi yang melampaui batas.

Dalam buku lain, 'Sains berbasis Alquran' karangan Ridwan Abdullah Sani, kondisi kehancuran alam semesta saat kiamat digambarkan pada Surah At-Takwir ayat 1-2. "Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan," bunyi ayat tersebut.

Apabila diperhatikan, ayat ini menjelaskan mengenai berkurangnya materi dan energi matahari, sehingga berubah menjadi bintang yang lebih redup. Selanjutnya, matahari akan berubah gelap tanpa mengeluarkan cahaya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini