Menkominfo Ungkap Tiga Aspek Menuju Era New Normal

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Senin 08 Juni 2020 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 08 54 2226152 menkominfo-ungkap-tiga-aspek-menuju-era-new-normal-Y5v7NUlCgl.jpg (Foto: Kominfo/Zoom)

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menekankan tiga aspek penting yang harus diperhatikan dalam memasuki era new normal di tengah Pandemi Virus Corona yang masih melanda Tanah Air.

Ketiga aspek ini dianggap dapat menjadi tolak ukur untuk menjaga tingkat persebaran Covid-19.

Menteri Kominfo, Johnny G. Plate mengatakan ketiga aspek itu adalah pemenuhan kriteria epidemiologi, surveilans kesehatan dan ketersediaan layanan kesehatan. Kriteria itu dapat dilihat dari wilayah atau dispasial tertentu di seluruh Indonesia, baik secara nasional maupun di wilayah Provinsi hingga ke tingkat RT/RW.

“Kenormalan baru atau tata kehidupan baru atau pola hidup kita yang baru ini perlu kita lakukan untuk kepentingan di satu sisi bisa menjaga dan meningkatkan produktifitas masyarakat, di saat yang sama kita aman dari persebaran Covid-19,” tutur Menteri Kominfo saat memberikan Keynote Specch dalam Webminar tentang Persiapan dalam Menghadapi Tatanan Kehidupan Baru, dari Jakarta, Jumat (5/6/2020).

Johnny melanjutkan di wilayah DKI Jakarta, terdapat sebanyak di wilayah 66 RW yang hingga saat ini masih dalam pengawasan yang ketat sesuai dengan katagori tertentu. “Epidemologi ini sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh WHO,” ujarnya.

Sehingga, jika disimpulkan keseluruhan dari epidemologi seperti jumlah kasus, penurunan pasien yang meninggal, penurunan kasus positif serta kenaikan jumlah kasus yang sembuh, dalam hal ini diartikan sebagai formula reproduktif.

“Formula reprodutif (Rt) itu angka produktif efektifnya harus di bawah satu. Kalau angka reproduktif-nya di bawah satu maka salah satu kriteria epidemi untuk melakukan kehidupan normal berupa pelonggaran-pelonggaran dibolehkan,” ungkapnya.

Semetara itu, untuk aspek Surveilans dan layanan kesehatan lebih memperhatikan kepada hasil test yang dilakukan kepada masyarakat, mengatur mobilitas penduduk, maupun kontak tracing pasien.

"Surveilans kesehatan masyarakat dibantu oleh beragam aplikasi, Di sini ada banyak aplikasi-aplikasi juga yang digunakan oleh pemerintah untuk melakukan tracking, tracing dan fencing,” tuturnya.

Terakhir, aspek ketersediaan pelayanan kesehatan. Hal ini lebih kepada sisi infrastruktur, sarana dan prasarana, ruang isolasi, jumlah rumah sakit, alat pelindung diri (APD), laboratorium kesehatan, hingga ventilator.

“Fasilitas kesehatan ini untuk memastikan apabila ada yang tertular mendapatkan pelayanan yang memadai, sehingga wilayah yang satu dengan wilayah yang lain mampu kita tekan angka reproduksinya mulai menurun dan berada di bawah satu,” tutupnya.

 

(ahl)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini