Penelitian Ungkap Kucing Mudah Terinfeksi Covid-19

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Senin 08 Juni 2020 12:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 08 56 2226193 penelitian-ungkap-kucing-mudah-terinfeksi-covid-19-Ii7EZCrTrh.jpg (Foto: Daily)

WUHAN - Para ilmuwan di Amerika Serikat (AS) dan Jepang telah melakukan penelitian di laboratorium tentang penyebaran Covid-19 melalui kucing, dikutip Sindonews. Kucing dengan mudah terinfeksi oleh Covid-19 dan dapat menularkan ke kucing lain.

Para peneliti di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wisconsin (UW) memberikan virus Covid-19 yang berasal dari pasien manusia kepada tiga kucing. Keesokan harinya, mereka menyeka bagian hidung kucing dan mampu mendeteksi virus pada dua kucing. Tiga hari kemudian, semua kucing terinfeksi virus Covid-19.

Penelitian yang dipimpin oleh Profesor Ilmu Patobiologi, Yoshihiro Kawaoka, melakukan penelitian lebih lanjut dengan menempatkan kucing lain di masing-masing kandang kuncing yang terinfeksi. Para peneliti tidak memberikan virus Covid-19 pada kucing-kucing ini.

Setiap hari, para peneliti mengambil swab hidung dan dubur dari keenam kucing untuk menilai keberadaan virus. Dua hari kemudian salah satu kucing yang sebelumnya tidak terinfeksi, terdeteksi virus dalam usap hidung. Namun, dalam waktu enam hari, semua kucing mampu melepaskan virus dari dalam tubuhnya.

Setiap kucing mampu melepaskan virus Covid-19 dari saluran hidung mereka hingga enam hari. Virus itu tidak mematikan dan tidak ada kucing yang menunjukkan tanda-tanda penyakit.

"Itu adalah temuan utama bagi kami, kucing tidak memiliki gejala," kata Kawaoka, yang membantu upaya untuk menciptakan vaksin Covid-19 yang disebut CoroFlu.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kucing dapat terinfeksi Covid-19 berasal dari manusia atau kucing lain yang positif Covid-19. Penelitian ini menunjang penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh para ilmuwan di Akademi Ilmu Pengetahuan Pertanian China kepada kucing.

"Ini adalah sesuatu yang harus diingat oleh orang-orang. Jika mereka dikarantina di rumah dan khawatir akan memberikan Covid-19 kepada anak-anak dan pasangannya, mereka juga harus khawatir untuk memberikannya kepada hewan peliharaan," kata Peter Halfmann, profesor peneliti di UW – Madison.

Kedua peneliti menyarankan kepada orang dengan gejala Covid-19 agar menghindari kontak dengan kucing. Mereka juga menyarankan pemilik kucing untuk menjaga hewan peliharaan mereka di dalam ruangan dan membatasi kontak kucing mereka dengan orang atau hewan lain.

Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit merasa prihatin dengan kesejahteraan hewan. Mereka tidak membenarkan untuk mengambil tindakan terhadap hewan peliharaan yang dapat membahayakan kesejahteraan mereka.

Manusia tetap menjadi risiko terbesar bagi manusia lain dalam penularan virus. Sejauh ini belum ada bukti bahwa kucing dapat menularkan virus ke manusia dengan mudah. Dokumentasi medis juga belum mengidentifiikasi bahwa manusia tertular Covid-19 dari kucing.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini