LIPI Sebut "Kiamat" Serangga, Keselamatan Bumi Bisa Terancam

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Senin 08 Juni 2020 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 08 56 2226243 lipi-sebut-kiamat-serangga-keselamatan-bumi-bisa-terancam-ppGHWsQEzY.jpg (Foto: The Independent)

JAKARTA - Jagat media sosial digegerkan cuitan di Twitter resmi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tentang "Kiamat". Namun kiamat yang dimaksud adalah kiamat serangga yang terancam punah.

"Status kiamat serangga ini memang nyata dan sangat mengkhawatirkan," ucap Peneliti LIPI, Djunijanti Peggie yang dikutip Okezone dari Twitter @lipiindonesia, Senin (8/6/2020).

Djunijanti mengatakan ancaman kepunahan serangga ditentukan oleh perilaku manusia dalam menjaga alam, sehingga habitat serangga tidak rusak akibat perbuatan manusia.

"Kita dapat berkontribusi dengan mengubah perilaku sehingga lebih ramah pada lingkungan, dapat menekan tingkat populasi dan hidup berdampingan dengan serangga," ujarnya.

Ditambahkan Djunijanti jika serangga tanpa manusia maka akan baik-baik saja, namun jika manusia tanpa serangga maka akan jadi petaka.

"Serangga tanpa manusia maka akan baik-baik saja, tetapi manusia tanpa serangga akan menuju pada kepunahannya sendiri," tuturnya.

Menurut akun Twitter resmi LIPI, serangga dan tumbuhan merupakan salah satu penyusun dasar kehidupan, sehingga peran serangga sangat vital dalam melaksanakan tugasnya dalam ekosistem sebagai penyerbukan, pengontrol hama, pengelola limbah dan pengurai jasad.

Bila laju penurunan serangga terus terjadi, tentunya keselamatan bumi akan terancam.

Terjadinya penurunan serangga yang diakibatkan oleh tangan manusia maupun faktor alam lainnya bukan hal yang baru.

"Penurunan secara umum memang terjadi, tetapi penurunan secara drastis tentunya harus sangat diperhatikan," lanjut tweet LIPI.

Terjadi penurunan populasi pada kupu-kupu Graphium yang saat ini hanya ada 21 spesimen dari empat subspesies.

Masih ada empat subspesies di pulau-pulau kecil yang belum ada. Kondisi ini menunjukan bahwa menemukan kupu-kupu tak langka pun sudah cukup sulit, apalagi mendata dan memperoleh spesies yang tergolong endemik dan langka, seperti kupu-kupu Ornithoptera croesus yang merupakan spesies endemik di Maluku Utara dan baru dimasukan ke dalam daftar spesies dilindungi di Indonesia.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini