Ancaman Serius, Sampah Bisa Mengganggu Perkembangan Biota Laut

Agregasi VOA, Jurnalis · Selasa 09 Juni 2020 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 09 56 2226699 ancaman-serius-sampah-bisa-mengganggu-perkembangan-biota-laut-XVw80PaqcG.jpg (Foto: World Wildlife Fund)

JAKARTA - Sampah tidak hanya mencemari lingkungan hidup, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup tanaman dan satwa, dikutip Voaindonesia. Menurut sejumlah pakar lingkungan, sampah bahkan bisa menjadi 'predator' biota laut.

Sampah masih menjadi ancaman serius bagi biota laut hingga saat ini. Biota laut bahkan lebih terdampak buruk sampah dibanding satwa darat. Ketua Protection of Forest and Fauna (ProFauna) Indonesia, Rosek Nursahid membeberkan fakta yang ditemui tentang satwa laut yang menjadi korban sampah.

"Jadi kami di beberapa daerah seperti Sumatera Barat, dan Kalimantan Timur, pernah menemukan penyu yang mati setelah diautopsi ternyata di dalam tubuhnya banyak sampah plastik," kata Rosek saat dihubungi VOA, Senin (8/6) malam.

Lanjut Rosek, bukan tanpa sebab penyu memakan sampah di lautan. Sampah kerap dianggap penyu ubur-ubur, salah satu makanannya. Dengan kata lain, lambat laun sampah-sampah yang mencemari lautan bakal menjadi masalah besar dan membunuh penyu-penyu yang ada. "Itu salah satu contoh korban sampah yang nyata adalah satwa penyu," sebutnya.

Satwa lain yang terdampak sampah adalah mamalia laut seperti paus. Keberadaan sampah di laut akan memengaruhi kehadiran hewan laut kecil seperti plankton yang merupakan makanan paus. Berkurangnya plankton yang menjadi makanan paus itu akan memengaruhi keberlangsungan hidup mamalia tersebut.

Tidak sampai di situ, sampah juga mempengaruhi perkembangan terumbu karang. Sampah di lautan mampu menghalangi sinar matahari masuk ke dalam lautan karena terumbu karang membutuhkan cahaya untuk berfotosintesis. Dengan kata lain, kehadiran sampah bisa mengganggu perkembangan biota laut.

"Ketika terumbu karang terpengaruh otomatis akan berdampak terhadap perkembangan ikan-ikan terumbu. Nah, ikan-ikan terumbu yang terdampak akan berpengaruh terhadap ikan besar. Artinya itu akan juga berpengaruh terhadap tangkapan para nelayan," jelas Rosek.

Masih kata Rosek, ancaman terhadap biota laut akan semakin serius lantaran tidak adanya cara sistematis dari pemerintah untuk menangani sampah. "Kita lihat budaya nyampah masih terjadi. Kami sangat khawatir dengan kondisi laut Indonesia dengan adanya budaya nyampah yang masih begitu kuat hingga hari ini," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Hotmauli Sianturi dalam diskusi daring bertema "Ancaman Sampah bagi Kelestarian Tumbuhan Satwa Liar dan Lingkungan Hidup" mengatakan.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini