Tangkal Corona, LIPI Manfaatkan Jus Jambu hingga Masker Kain Anti-Covid-19

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Selasa 09 Juni 2020 11:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 09 56 2226752 tangkal-corona-lipi-manfaatkan-jus-jambu-hingga-masker-kain-anti-covid-19-emhlJmipHX.jpg Ilustrasi (Foto: Bestjuicerchoice)

JAKARTA - Di tengah berbagai negara berlomba mencari vaksin virus corona, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memanfaatkan jus jambu dan alat deteksi virus untuk menangkal Covid-19.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI, Agus Haryono mengatakan dari berbagai hasil penelitian yang sedang dikembangkan oleh peneliti LIPI yakni alat deteksi virus SARS-CoV-2 menggunakan metode RT-LAMP dan minuman kesehatan fermentasi dari jambu biji merah serta masker kain disinfektor lapis tembaga anti Covid-19.

“LIPI bersama para penelitinya terus bekerja melakukan penelitian dan pengembangan dalam rangka mencari solusi untuk penanganan wabah Covid-19,” katanya.

Agus menjelaskan untuk mendeteksi Covid-19 yang akurat, pada umumnya menggunakan metode reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR).

"Namun metode ini membutuhkan alat yang mahal dan harus dilakukan di laboratorium atau rumah sakit besar," ungkapnya.

Sementara itu, Peneliti Pusat Penelitian Kimia, Tjandrawati Mozef dan timnya telah mengembangkan penelitian deteksi RNA virus SARS-CoV-2 (Covid-19) dengan teknik RT-LAMP (reverse transcription loop-mediated isothermal amplification), yang menggunakan cara deteksi secara turbidimetri.

“Metode RT-LAMP dipilih karena lebih memungkinkan dilakukan di rumah sakit atau laboratorium dengan fasilitas lebih sederhana, dan dapat diperoleh hasilnya, baik secara kualitatif maupun kuantitatif,” ujar Tjandra.

“Secara cepat dan akurat, seseorang dapat diketahui apakah terinfeksi virus SARS-CoV-2 atau tidak,” katanya.

Adapun riset dari buah jambu biji merah yang diproses menjadi minuman suplemen daya tahan tubuh. Jambu biji yang terfermentasi kultur konsorsium bakteri dan khamir kemudian diformulasi agar dapat meningkatkan imunitas tubuh.

“Harapannya, minuman ini memberikan efek menguntungkan bagi kesehatan apabila dikonsumsi secara rutin sebagai upaya pencegahan penyakit Covid-19," ujarnya.

Dalam serat buah Jambu biji merah melalui fermentasi, jambu bij merah akan meningkatkan potensi komponen bioaktifnya seperti polifenol, flavonoid dan antioksidan.

“Serat dan asam-asam organik yang dihasilkan seperti asam laktat, asam asetat, asam malat, glukonat, glukoronat, dan asam hyaluronic, yang berpotensi tinggi memperkuat sistem imun, meningkatkan energi dan mendetoksi racun,” ungkapnya.

Sementara Deni Shidqi Khaerudini dan tim peneliti Pusat Penelitian Fisika LIPI mengembangan masker kain disinfektor berbasis lapisan tembaga sebagai anti Covid-19.

“Masker disinfektor ini dirancang dengan metode sederhana dan biaya terjangkau, serta menggunakan bahan baku yang mudah didapat di dalam negeri, sehingga dapat difabrikasi secara cepat dan praktis,” terang Deni.

Secara sederhana, material aktif tembaga berperan sebagai contact killer sekaligus mereduksi ukuran pori masker kain. “Pengaplikasian tembaga dilakukan dengan cara pelapisan langsung atau penyisipan lembaran tembaga ke dalam masker kain,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini