Waze Ungkap Tren Lalu Lintas yang Terjadi di 4 Kota Besar

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 10 Juni 2020 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 10 207 2227614 waze-ungkap-tren-lalu-lintas-yang-terjadi-di-4-kota-besar-hPppHZwJ7g.jpg (Foto: Engadget)

JAKARTA - Pasca pemerintah memberlakukan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lantaran terdampak Pandemi Virus Corona, pengguna aplikasi Waze yang berbasis komunitas untuk navigasi tampaknya mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Penurunan tersebut terjadi pada penerapan PSBB dan di akhir April atau pada saat bulan Suci Ramadan. Hal itu dapat diketahui di empat kota seperti Jakarta, Bekasi, Tangerang Selatan.

“Waze mencatat tren lalu lintas di empat kota di Indonesia selama Ramadan, yaitu Jakarta, Bekasi, Tangerang Selatan, dan Tangerang. Dengan berlakunya PSBB, rata-rata kilometer yang ditempuh di Jakarta turun sebesar 72%, Tangerang 70%, Bekasi 60% dan terakhir, Tangerang Selatan 55%,” tulis Waze melalui keterangan resminya.

Kondisi penurunan tersebut diperparah setelah adanya anjuran larangan mudik, shalat ied di rumah dan larangan halal bihalal yang biasa dilakukan kaum muslim Indonesia setelah melaksanakan shalat Ied.

“Dengan adanya kebijakan pembatasan mudik dan arahan untuk melakukan salat Ied di rumah, Hari Raya tahun ini, yang jatuh pada tanggal 24 Mei, tetap memiliki keunikannya dalam hal lalu lintas. Bila dibandingkan dengan rata-rata harian global Februari untuk periode dua minggu (11 Februari – 25 Februari 2020), rata-rata kilometer harian yang dikemudikan di Bekasi turun 76%, tertinggi dibandingkan yang lain. Jakarta berada di peringkat kedua dengan 72%, diikuti oleh Tangerang Selatan dan Tangerang dengan penurunan masing-masing 53% dan 38%. Ramadan 2020 merupakan pengalaman yang tidak biasa bagi kebanyakan masyarakat Indonesia,” jelas perusahaan.

Meski demikian, Waze berkomitmen untuk mendukung upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Waze juga memberikan kontribusi dengan meluncurkan Covid-19 landing page yang diluncurkan pada April.

“Pemerintah di seluruh dunia secara aktif didorong untuk berkontribusi data tentang lokasi pengujian medis dan pusat-pusat distribusi makanan darurat melalui inisiatif ini, sehingga para pengemudi dapat memiliki akses langsung ke berbagai sumber yang ada di tempat-tempat tersebut,” tutupnya.

Untuk diketahui, Aplikasi Waze merupakan media di mana manusia dan teknologi terhubung untuk mengatasi masalah transportasi.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini