Unik, Pesta Pernikahan Virtual dengan Teknologi Green Screen

Agregasi VOA, Jurnalis · Rabu 10 Juni 2020 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 10 207 2227639 unik-pesta-pernikahan-virtual-dengan-teknologi-green-screen-5mfz9iYX8d.jpg (Foto: GM Production/Voaindonesia)

JAKARTA - Pada pertengahan Mei 2020, sebagian warganet Indonesia ramai membagikan sebuah video pernikahan virtual dengan menggunakan teknologi green screen alias layar hijau, dikutip Voaindonesia.

Pelaminan bernuansa tradisional yang tampak dalam video itu tak lain adalah dekorasi virtual yang wujudnya bisa diubah sesuai kehendak melalui teknologi tersebut.

Konsep itulah yang dipasarkan sebuah jasa penyelenggara acara alias event organizer di Yogyakarta melalui video yang beredar. “Kalau kayak kita kan, kita nggak bisa jual produk tanpa customer tahu duluan, jadi kita mesti modalin dummy (video contoh) dulu,” ujar Yurry Apreto, Direktur Penjualan GM Production Indonesia, event organizer di Yogyakarta yang mencetuskan ide tersebut.

Konsep pernikahan tradisional dengan banyak tamu yang hadir secara fisik ia modifikasi ke dalam bentuk pernikahan virtual. Hanya pengantin, keluarga, penghulu dan panitia acara yang diperkenankan hadir di lokasi, sementara para tamu dapat menyaksikan pesta tersebut secara virtual sambil menikmati hidangan yang dikirimkan melalui jasa katering pilihan.

Menurut Yurry, dengan demikian, pengantin dapat tetap menggelar pernikahan secara aman dan jauh lebih hemat di tengah pembatasan sosial akibat pandemi virus corona.

“Semua aktivitas yang ada dalam virtual wedding maksimal hanya 15 orang,” ujar Yurry, menyesuaikan isi surat edaran Kementerian Agama, yang mengatur pernikahan hanya boleh dihadiri maksimal 30 orang.

Pihaknya juga akan memastikan kesterilan gedung pelaksanaan pernikahan, mengukur suhu tubuh pihak-pihak yang terlibat menggunakan termometer, serta mewajibkan penggunaan masker, sarung tangan hingga face shield alias pelindung wajah.

Yurry mengaku mendapat ilham setelah menyimak berita tentang banyaknya pesta pernikahan yang dibubarkan pihak berwajib di awal masa pandemi virus corona. “Banyak event yang dibatalin. Jadi, event-event pernikahan itu udah ada, lengkap pelaminan, udah lengkap dekor, udah lengkap katering, (lalu) polisi datang, satpol PP datang. Bayangin mantennya nangis, dibubarin (pestanya),” tuturnya.

‘Memvirtualkan’ Amplop dan Salaman di Pelaminan

Menurut Yurry, dalam konsep pernikahan virtual yang ia kembangkan, hampir tidak ada susunan acara yang berubah. Hanya sejumlah teknis pelaksanaan acara yang disesuaikan dengan kondisi pembatasan sosial.

Pertama, para tamu hadir melalui layanan pertemuan virtual seperti Zoom maupun Webex. Pengantin dan pihak keluarga dapat melihat mereka melalui layar raksasa yang ditempatkan di seberang pelaminan. Di sinilah undangan dapat melihat pengantin duduk di pelaminan virtual menggunakan teknologi green screen.

Kedua, alih-alih bersalaman di pelaminan, para tamu dapat mengucapkan selamat kepada pengantin dengan panduan pembawa acara.

“Salam-salamannya itu diganti pakai MC (master of ceremony), mereka akan nyapa, ‘Eh Mas Andi, terima kasih ya Mas udah melihat prosesi kami,’ semua akan kita kasih kesempatan untuk nyapa. Jadi prosesi salam-salamannya akan diganti dengan proses silaturahmi virtual,” bebernya.

Ketiga, tamu dapat memberikan ‘amplop’ alias hadiah uang melalui nomor rekening yang ditampilkan di layar pertemuan virtual. Terakhir, karena tamu tidak hadir secara langsung untuk dapat menikmati jamuan pesta, maka hidangan makanan dan cinderamata akan dikirimkan menggunakan jasa kurir ke tempat tinggal para tamu undangan.

Konsep pernikahan virtual yang Yurry dan timnya ramu, tidak lepas dari upaya mereka untuk membangkitkan kembali bisnis event organizer yang lumpuh sejak pandemi Covid-19 menyergap. “Job terakhir kita itu sekitar tanggal 14 Maret. Habis itu kosong sama sekali,” aku Yurry.

Industri penyelenggaraan acara menjadi satu di antara banyak industri lain yang terdampak langsung pandemi virus corona. Pasalnya, pemerintah melarang aktivitas yang mengumpulkan massa, termasuk pesta pernikahan.

 

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini