Vaksin Covid-19, Menristek: Imunisasi Massal Kemungkinan Tahun Depan

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 10 Juni 2020 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 10 56 2227556 vaksin-covid-19-menristek-imunisasi-massal-kemungkinan-tahun-depan-pjWCHyWEtx.jpeg Menristek/Kepala BRIN, Bambang PS Brodjonegoro (Foto: Ist)

JAKARTA – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro memperhitungkan akhir tahun ini bibit vaksin atau vaccine seed khusus untuk strain coronavirus di Indonesia sudah tersedia.

Penggunaan vaksin tersebut untuk imunisasi massal kemungkinan dilakukan pada tahun depan setelah bibit vaksin lolos uji medis dan dapat diproduksi massal untuk paling tidak separuh penduduk Indonesia.

“Bibit vaksinnya mungkin bisa ditemukan tahun ini tapi imunisasi massal itu baru bisa mungkin tahun depan,” kata Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro melalui keterangan pers.

Bambang menyatakan dalam memproduksi vaksin terseut, tentunya tidak mudah untuk mengimbangi jumlah penduduk di Indonesia sebanyak 260 juta jiwa. Artinya vaksin yang harus divaksin sekurang-kurangnya 50 persen dari jumlah penduduk.

“Jadi kita buat vaksin antara separuh sampai dua per tiga penduduk yang harus divaksin. Berarti vaksin yang dibutuhkan antara 130 sampai 170 juta,” ujarnya.

Tidak cukup sampai di situ, setelah divaksin, maka harus dilakukan kembali pengecekan terhadap masyarakat yang divaksin, pasalnya kondisi imun seseorang berbeda-beda.

“Itu belum menghitung boosternya. Kalau kita divaksin, itu sekali vaksin belum tentu imun kita muncul sehingga harus ada boosternya sampai imun muncul. Tentu saja setiap orang berbeda, ada yang sekali vaksin langsung muncul. Ada yang tidak muncul-muncul,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Indonesia memerlukan vaksin khusus yang berbeda dengan vaksin yang dikembangkan di negara lain, mengingat tiga jenis atau strain virus Covid-19 yang menyebar di dalam negeri belum terkategorisasi oleh database terkait influenza dan coronavirus di dunia, Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID).

Dalam pengembangan vaksin ini dilakukan secara paralel oleh peneliti dalam negeri dan bekerjasama dengan lembaga internasional untuk kesiapan pada tahap produksi hingga imunisasi massal.

Tidak hanya itu, perusahaan milik BUMN juga seperti Bio Farma dan swasta seperti Kalbe Farma juga sudah mulai bekerja sama dengan produsen vaksin dari China dan Korea. Kerja sama ini untuk memastikan pasokan vaksin di Indonesia.

 

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini