Mengenal Lebih Dekat Landak Jawa, Durinya Bisa Obati Sakit Gigi

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Kamis 11 Juni 2020 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 11 56 2228231 mengenal-lebih-dekat-landak-jawa-durinya-bisa-obati-sakit-gigi-6Jm9pYLQUA.jpg (Foto: ZooChat)

JAKARTA - Landak Jawa atau Hystrix javanica merupakan mamalia endemik asli Indonesia, binatang berduri ini masuk kedalam golongan ordo Rodentia, suku Hystricidae.

Landak merupakan salah satu satwa yang masuk status konservasi dilindungi dan berdasarkan International Union for Conservation of Nature (IUCN) dikategorikan Least Concern (LC) atau risiko rendah dari Redlist of Threatened Species.⁣

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebutkan pada duri tubuh landak memiliki fungsi sebagai pelindung tubuh dan alat pertahanan diri terhadap predator yang hendak memangsanya.

Pada saat mempertahankan diri, landak menegakkan duri-duri tubuhnya untuk menakuti musuhnya.

Dilanjutkan LIPI. Dalam penelitiannya menyebutkan bahwa, secara morfologi dan anatomi, duri pada tubuh landak terdiri dari empat macam yakni duri sejati, duri pipih, duri transisi, dan duri berderak.

Adapun, kandungan nutrisi duri landak di antaranya 89,93% air; 93,66% protein; 0,44% lemak; 0,2% kalsium; 0,034% fosfor, 0,01% magnesium; dan 2,01% sulfur. Masyarakat memanfaatkan duri landak sebagai bahan obat antara lain untuk mengobati sakit gigi.⁣

Tidak hanya itu, keunikan Landak juga piawai membuat lubang yang dijadikan sarangnya sedalam 5 meter di dalam tanah.

Hewan berduri ini juga memiliki peran membantu aerasi tanah dan penyerapan air di sekitar habitatnya serta pemencar biji yang keluar bersama kotorannya yang berasal dari buah-buahan yang dikonsumsinya.

Alih fungsi hutan menjadi perkebunan dan pemukiman, serta perburuan liar berdampak menurunnya populasi landak jawa di alam.⁣

LIPI melanjutkan, dalam penelitiannya juga menyebutkan bahwa Landak merupakan satwa terestrial, nokturnal, berpasangan atau hidup dalam kelompok keluarga. Landak memiliki kekurangan dalam penglihatan namun indra penciumannya sangat tajam.

Perilaku Landak yang gemar menggerogoti batu atau kayu keras guna mengurangi pertumbuhan giginya. Landak juga diketahui, masa perekembangan kehamilannya mencapai 100 hingga 112 hari dengan jumlah setiap kelahiran 1 hingga 3 ekor landak.

"Potensi dan manfaat Landak Jawa hendaknya dalam penerapan yang dilakukan dengan bijak dan terukur, hingga tetap terjaga keberlangsungan dan kelestarian, peningkatan kesadaran kepada berbagai kalangan, komitmen pemerintah dan kemajuan Iptek dapat menjadi solusi bagi penyelamatan satwa liar dari kepunahan," kata Peneliti Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI, Wartika Rosa Farida.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini