Jadi Sorotan di Tengah Pandemi, 239 Spesies Kelelawar Ada di Indonesia

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Kamis 11 Juni 2020 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 11 56 2228287 jadi-sorotan-di-tengah-pandemi-239-spesies-kelelawar-ada-di-indonesia-qOzea1mdYs.jpg (Foto: New Scientist)

JAKARTA - Hewan Kelelawar disebut-sebut sebagai biang keladi penyebar virus corona, namun hingga saat ini bulan ada bukti virus corona yang menjadi pandemi saat ini berasal dari kelelawar.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari Instagram resmi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), virus corona yang menjangkit pada manusia memang ada kemiripan dengan Virus Corona Bat Sars Cov pada kelelawar, namun sekali lagi itu belum cukup bukti.

Menurut peneliti LIPI kelelawar merupakan binatang mamalia yang dapat terbang secara sempurna. Di dunia ada sekira 1400 spesies dan di antaranya 239 spesies kelelawar dapat ditemukan di Indonesia.

Hewan yang hidupnya di hutan, gua atau bahkan di tempat lingkungan manusia itu, memiliki kemampuan yang sangat unik. Kelelawar pemakan buah-buahan mengandalkan penglihatan dan penciuman yang baik sedangkan kelelawar pemangsa serangga menggunakan ultrasonic melalui mulut dan hidung.

View this post on Instagram

Walaupun belum ada bukti bahwa virus COVID-19 bersumber dari kelelawar, namun tidak ada salahnya kita mengenal hewan ini. ⁣ ⁣ #SahabatLIPI, setiap tanggal 5 Juni dunia memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environmental Day. Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah momentum meningkatkan kesadaran global akan kebutuhan untuk mengambil tindakan lingkungan yang positif bagi perlindungan alam dan planet bumi. ⁣ ⁣ Kita dapat berkontribusi dengan mengubah perilaku sehingga lebih ramah pada lingkungan, dapat menekan tingkat polusi, dan hidup berdampingan secara harmonis dengan alam. ⁣ .⁣ .⁣ Sumber: Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI⁣ .⁣ .⁣ .⁣ #LIPI #kelelawar #HariLingkunganHidupSedunia #WorldEnvironmentDay #SahabatLIPI #TimeForNature #biodiversity #keanekaragamanhayati #zoonosis

A post shared by LIPI (@lipiindonesia) on

Kelelawar juga diduga sebagai reservoir alami atau tempat agen penyakit yang dapat pindah atau menular ke manusia atau disebut zoonosis atau zoonotik.

Meski demikian, kelelawar memiliki manfaat dapat menjaga ekosistem membantu membasmi hama pertanian dan mengendalikan populasi serangga, dan membantu penyerbukan berbagai tanaman buah.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini