Dorong E-Commerce, RUU PDP Ditargetkan Selesai Tahun Ini

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Jum'at 12 Juni 2020 11:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 12 207 2228777 dorong-e-commerce-ruu-pdp-ditargetkan-selesai-tahun-ini-pObWkc8EV2.jpeg (Foto: Medium)

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika kebut pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi (PDP). Peraturan PDP tersebut dapat mendorong perdagangan di sektor perdagangan elektronik (E-commerce) di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

"Kami berupaya mempercepat rancangan perundangan PDP, karena saat ini kami membutuhkan peraturan ini," kata Dirjen Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika), Semuel Abrijani Pangerapan dalam siaran video zoom dengan tema "Transforming ASEAN" dari Jakarta, Kamis 11 Juni.

Menurutnya, undang-undang PDP merupakan payung hukum para pelaku yang terlibat dalam dunia digital di ruang internet, seperti perdagangan, hiburan dan lainnya. Oleh karenanya, para pengguna internet dapat terjamin keamanannya dari ancaman kejahatan dunia maya yang semakin rawan. 

"Perundangan ini merupakan payung hukum bagi pengguna internet," ungkapnya.

Semuel melanjutkan, setelah pembahasan sempat terhenti lantaran adanya wabah virus corona, pihaknya menargetkan akan menyelesaikan pembahasan RUU PDP pada tahun ini.

"Ada pandemi membuat pembahasan perundangan tersebut menjadi tertunda. Akan terus kami upayakan selesai pada tahun ini," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI Kemeninfo) Ahmad M. Ramli memjelaskan bahwa pelayanan telekomunikasi yang berkualitas saat ini sudah dilakukan oleh pemerintah dengan meningkatkan kecepatan internet mencapai 10-15 Mbps dalam mendukung kegiatan perdagangan elektronik tersebut.

Dengan menggunakan pelayanan telekomunikasi tersebut, masyarakat dapat menggunakan fasilitas perdagangan di dunia maya dengan lancar.

Ahmad melanjutkan masyarakat Indonesia di tengah pandemi sangat memerlukan pelayanan telekomunikasi dengan harga yang sangat terjangkau. "Masyarakat saat ini membutuhkan pelayanan yang baik dengan harga yang terjangkau," tutup Ahmad.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini