Menristek Ungkap Dua Terapi untuk Tangani Pasien Covid-19

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Jum'at 12 Juni 2020 10:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 12 56 2228730 menristek-ungkap-dua-terapi-untuk-tangani-pasien-covid-19-HbCoFTupZv.jpg Menristek/Kepala BRIN, Bambang PS Brodjonegoro

JAKARTA - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) tengah mengembangkan metode terapi untuk mengobati pasein yang terinfeksi Covid-19. Metode terapi merupakan pengobatan sementara hingga vaksin yang dikembangkan lolos uji klinis.

"Sampai ditemukan vaksin, kita kembangkan terapi. Ada 2 terapi yang sedang dicoba ke pasien langsung, terutama pasien kritis," kata Menristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro kepada wartawan.

Bambang menuturkan terapi yang dimaksud adalah terapi Plasma Konvalesen. Terapi ini menggunakan plasma darah pasien yang sembuh dari Covid-19, disuntikan kepada pasien yang kritis.

"Jadi plasma yang diambil dari darah orang yang survive Covid kemudian diinjeksikan kepada pasien kritis, nah terapi ini di RSAD mayoritas dapatkan ini bisa sembuh," ungkapnya.

Bambang mengungkap pasien covid yang meninggal dunia dikarenakan memiliki penyakit bawaan yang berbahaya, seperti darah tinggi, ginjal dan tidak memiliki daya tahan tubuh.

"Namun dengan adanya terapi ini mayoritas bisa sembuh," ucapnya.

Selanjutnya, terapi yang dikembangkannya adalah terapi model stem cell. Terapi ini juga dianggap cukup ampuh.

"Terapi ini untuk perbaiki paru-paru yang diserang, kemarin ada 2 kasus kritis parunya sudah putih dua-dunya, pake ini bisa sembuh sekarang kembali normal," tuturnya.

Melihat adanya perkembangan yang baik, pihaknya mendorong untuk mengobati sementara para pasien terinfeksi covid.

"Jadi kami dorong dua terapi sampai akhirnya temukan obat dan vaksin dan ini mengurangi jumlah kematian," tutupnya.

 

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini