Program Pengembangan Pesawat N245 dan R80 Terus Berjalan

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Jum'at 12 Juni 2020 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 12 56 2228786 program-pengembangan-pesawat-n245-dan-r80-terus-berjalan-Bur5WzkdVA.jpg Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin (Foto: Okezone)

JAKARTA - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) membantah kabar yang beredar terkait program pengembangan pesawat terbang N245 dan R80 dihentikan. Justru kedua program tersebut masuk dalam Prioritas Riset dan Inovasi Nasional (PRIN) Pengembangan Pesawat Terbang.

"Dalam rapat pada 3 Juni Pak Menteri (Riset dan Teknologi) menyatakan, dengan atau tanpa PSN, program pengembangan N245 dan R80 itu terus berjalan," kata Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin dalam diskusi daring pada Rabu, 10 Juni.

Thomas menambahkan, kedua program sangat penting, pasalnya Indonesia merupakan negara kepulauan, sehingga konektivitas pesawat terbang sangat dibutuhkan.

"Pesawat terbang itu sangat dibutuhkan untuk jarak-jarak pendek menengah, turboprop kelas menengah dan kelas lebih kecilnya itu sangat diperlukan," ujarnya.

Thomas melanjutkan program N245 dan R80 bisa dijalankan dengan dimasukkan ke Prioritas Riset Nasional (PRN) yang akan diubah nantinya menjadi PRIN. Keduanya bisa dimasukkan ke dalam PRN berjudul PRN Pengembangan N219 Amfibi.

"Pak Menteri kemudian mengusulkan ini akan jadi PRIN Pengembangan Pesawat Terbang, terdiri dari pengembangan N219 Amfibi yang saat ini sedang berjalan, kemudian ditambah dengan N245 ini yang sudah diawali oleh PT DI," lanjutnya.

Thomas melanjutkan, LAPAN menargetkan program tersebut akan rampung sebelum tahun 2024.

"Pengakuan R80 sebagai program yang didukung pemerintah ini perlu. Sehingga ini nanti akan dimasukkan ke PRIN pengembangan pesawat terbang di dalamnya dukungan untuk R80," ujarnya.

Menurutnya, Menristek juga mengusulkan agar kerjasama formal antara LAPAN dan PT Regio Aviasi Industri (RAI) segera ditindaklanjuti. Kerja sama itu nantinya akan menjadi dasar mengintegrasikan program pesawat R80 ke dalam PRIN.

"Menristek sebagai Kepala BRIN itu menjamin program N245 dan R80 itu bisa berjalan. Dan di sini Pak Menteri juga menegaskan pengampunya sekarang sudah jelas, LAPAN. Sebagai tindak lanjut juga dari pengembangan N219 kemudian untuk turboprop kelas menengahnya," tutupnya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini