Bermutasi, Virus Corona Lebih Mudah Masuk ke Dalam Sel Manusia

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Selasa 16 Juni 2020 09:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 56 2230753 bermutasi-virus-corona-lebih-mudah-masuk-ke-dalam-sel-manusia-XU9lbwv4CM.jpg (Foto: Ist)

CALIFORNIA - Sejak pertama kali kemunculannya pada akhir 2019, virus corona terus bermutasi kemudian menyebabkan pandemi, dikutip Sindonews.

Para peneliti percaya virus ini sudah menjadi lebih berbahaya dan tersebar di beberapa wilayah saja, seperti di benua Amerika dan Eropa.

Para peneliti dari Scripps Research Institute di Florida mengatakan, mutasi virus ini memengaruhi protein spike atau protein penancap dari SARS-CoV-2. Protein spike pada virus, merupakan struktur yang digunakan virus untuk masuk ke dalam sel tubuh inangnya.

Untuk mengetahui masalah ini, tim peneliti telah menjalankan serangkaian percobaan. Hasilnya, mutasi yang disebut D614G ini memberikan virus lebih banyak protein spike dan membuatnya lebih stabil. Artinya, virus menjadi lebih mudah masuk ke dalam sel tubuh manusia.

“Virus dengan mutasi ini jauh lebih menular daripada virus yang tidak memiliki mutasi dalam sistem kultur sel yang kami gunakan," kata salah satu ahli dalam tim peneliti, Hyeryun Choe.

Mutasi D614G digadang hampir 10 kali lebih menular dibandingkan yang muncul di China. Menurut laporan Daily Mail, D614G hanya mewabah di New York, Italia, dan Inggris, sementara di negara lain belum terindentifikasi.

Para ilmuwan terus melakukan penelitian untuk mengetahui alasan virus tersebut hanya menyerang beberapa wilayah saja. Sebagian ilmuwan berpendapat, D614G hanya menjangkit di wilayah-wilayah dengan angka kematian akibat Covid-19 terbanyak di dunia.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini