Tekan Angka Karhutla, BPPT Kembangkan Teknologi Modifikasi Cuaca

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Selasa 16 Juni 2020 11:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 56 2230823 tekan-angka-karhutla-bppt-kembangkan-teknologi-modifikasi-cuaca-Viqn0mT9KD.jpg Ilustrasi (Foto: News.bbc)

JAKARTA - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK) dan BMKG mengembangkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mencegah kebakaran lahan dan hutan (Karhutla).

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan pengembangan TMC dilakukan di Provinsi Riau dengan pelaksanaan sebanyak 27 sorti.

"Dari pengembangan tersebut menghasilkan hujan hampir setiap hari dengan volume 97,8 juta m3, sehingga titik hotspot di Riau pernah berkurang hingga nihil," katanya.

Dilanjutkannya, BPPT juga melakukan modifikasi TMC di Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi juga dilakukan delapan sorti dan hampir setiap hari terjadi hujan dengan titik hotspot menjadi nihil, sehingga dapat mempertahankan dan meningkatkan tinggi muka air di lahan gambut.

"Karenanya TMC perlu diperkuat karena guna pencegahan Karhutla dan bagian dari upaya kita melaksanakan reduksi resiko bencana," ujarnya.

Hammam menjelaskan berdasarkan historis kemunculan hotspot secara signifikan di pulau Sumatera terjadi di bulan Juni adapun di pulau Kalimantan di bulan Juli, hingga puncaknya pada bulan Agustus dan September.

"Karenanya, pelaksanaan TMC di Kalimantan sebaiknya segera dimulai untuk pembasahan lahan agar mencegah kemunculan hotspot yang secara historis naik secara signifikan pada bulan Agustus hingga puncaknya pada bulan September," lanjutnya.

Sementara itu, Menteri KLHK Siti Nurbaya mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam pengendalian kebakaran lahan dan hutan.

Menurutnya TMC bukan lagi hanya bagian untuk sesaat diperlukan saja, karenanya perlu ada instrumen yang melekat.

Terkait dengan Index Standar Pencemaran Udara (ISPU) menurut Menteri Siti Nurbaya, ISPU ini menjadi instrumen penting, karenanya kita harus kuasai dan memprakirakan cuaca serta pengendalian titik api atau hotspot, tentunya itu akan menjadi lebih mudah.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini