Jadi Objek Penelitian, Bulan Diperkirakan Terbentuk 4,5 Miliar Tahun Lalu

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Selasa 16 Juni 2020 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 56 2230842 jadi-objek-penelitian-bulan-diperkirakan-terbentuk-4-5-miliar-tahun-lalu-NxokD6CcFF.jpg (Foto: NASA Solar System Exploration)

JAKARTA - Bulan menjadi objek penelitian oleh ilmuwan. Pada 1969, manusia berhasil menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di bulan.

Wikipedia menerangkan, bulan merupakan satelit alami Bumi. Bulan atau dikenal dengan sebutan Lunar atau selenic diketahui merupakan satelit terbesar ke lima dalam Tata Surya dengan ukuran diameter 27%, kepadatan 60%, dan massa ​1⁄81 (1.23%) dari Bumi.

Di antara satelit alami lainnya, Bulan adalah satelit terpadat kedua setelah Io, satelit Jupiter.

Terbentuk 4,5 Miliar Tahun Lalu

Berdasarkan penelitian, bulan diperkirakan terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, tak lama setelah pembentukan Bumi. Bulan terbentuk dari serpihan-serpihan yang terlepas setelah sebuah benda langit seukuran Mars bertubrukan dengan Bumi.

Karakteristik Fisik Bulan

Bulan tergolong benda langit diferensiasi, yang secara geokimia memiliki komposisi kerak, mantel, dan inti yang berbeda dengan benda langit lainnya. Bulan kaya akan besi padat di bagian inti dalam, dengan radius sekitar 240 km dan fluida di bagian inti luar, terutama yang terbuat dari besi cair, dengan radius sekitar 300 km.

Di bagian inti bulan terdapat lapisan pembatas berbentuk cair dengan radius sekitar 500 km. Kristalisasi lautan magma ini akan membentuk mantel mafik, yang juga disebabkan oleh curah hujan dan peluruhan mineral olivin, klinopiroksen, dan ortopiroksen; setelah tiga perempat lautan magma terkristalisasi, mineral plagioklas berkepadatan rendah akan terbentuk dan mengapung ke bagian atas lapisan kerak.

Cairan terakhir yang mengalami proses kristalisasi akan terjebak di antara kerak dan mantel, dengan inkompabilitas dan unsur penghasil panas yang berlimpah.

Medan Gravitasi

Medan gravitasi bulan diukur dengan menggunakan pelacakan pergeseran Doppler pada sinyal radio yang dipancarkan oleh pesawat ruang angkasa yang mengorbit Bulan.

Bentuk gravitasi bulan yang utama disebut konmas, anomali gravitasi positif yang terkait dengan beberapa basin tubrukan besar, sebagian disebabkan oleh aliran lava basaltik mare padat yang memenuhi basin.

Medan Magnet

Bulan memiliki medan magnet eksternal sekitar 1–100 nanotesla, kurang dari seperseratus medan magnet Bumi. Bulan tidak memiliki medan magnet dipolar global, melainkan dihasilkan oleh geodinamo inti logam cair, dan hanya memiliki magnetisasi kerak, yang mungkin sudah ada pada awal sejarah bulan ketika geodinamo masih beroperasi.

Bulan Memiliki Atmosfer

Bulan memiliki atmosfer yang sangat renggang, bahkan hampir hampa, dengan massa total kurang dari 10 ton metrik. Tekanan permukaannya adalah sekitar 3 × 10−15 atm (0,3 nPa); ukurannya bervariasi.

Sumber atmosfer bulan meliputi pelepasan gas dan pelepasan atom akibat bombardemen tanah Bulan oleh ion angin surya. Unsur-unsur yang terkandung pada atmosfer Bulan adalah sodium dan potasium, yang dihasilkan oleh pelepasan atom; unsur ini juga ditemukan pada atmosfer Merkurius dan Io.

Ukuran Bulan

Ukuran Bulan relatif besar jika dibandingkan dengan ukuran Bumi, yakni seperempat dari diameter dan 1/81 dari massa Bumi. Meskipun demikian, Bumi dan Bulan masih dianggap sebagai sistem planet-satelit, bukannya sistem planet ganda, karena barisentrum kedua benda langit ini berlokasi 1.700 km (sekitar seperempat radius Bumi) di bawah permukaan Bumi.

Penampakan dari Bumi

Bulan berada pada rotasi sinkron, waktu yang dibutuhkan oleh bulan untuk berputar pada porosnya kira-kira sama dengan waktu yang dibutuhkan untuk mengorbit Bumi.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini