Work From Home di Tengah Pandemi Picu Risiko Keamanan Siber

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 17 Juni 2020 18:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 17 207 2231773 work-from-home-di-tengah-pandemi-picu-risiko-keamanan-siber-NPwvBC71wZ.jpg (Foto: Point Geek)

JAKARTA - Di tengah pandemi virus corona yang mewabah di berbagai penjuru dunia membuat para pekerja terpaksa harus melakukan pekerjaan di rumah atau Work From Home (WFH).

Hal ini diperlukan adanya pemindahan aplikasi pendukung pekerjaannya ke lingkungan multi cloud. Dengan demikian, investasi di cloud melampaui pengeluaran untuk infrastruktur di sebuah organisasi.

Executive Vice President, Intellegent Infrastructue NTT, Rob Lopez mengatakan dengan adanya pemindahan aplikasi ke multi cloud akan menyebabkan skema pembaharuan dan peningkatan yang melambat.

Rob menyatakan dengan semakin banyak bisnis memilih untuk terus menerus memaksa aset jaringan dan memperlambat investasi dalam merancang kembali jaringan dan infrastruktur keamanan.

"Akibatnya, ada peningkatan perangkat-perangkat jaringan yang usang dan tidak diperbaharui, sehingga perangkat lunak menjadi rentan, serta timbul risiko terhadap ancaman keamanan informasi," ujarnya.

Berdasarkan laporan yang diambil dari data di lapangan terdapat 1.000 klien dan mencakup 800 ribu perangkat jaringan ditemukan ada 46,3 persen aset jaringan organisasi menua, angka tersebut mewakili lonjakan besar pada tahun 2017.

Pada masa Covid-19 ini terjadi peningkatan konsumsi bandwidth akibatnya terjadi ketegangan pada jaringan meningkat serta menambah tantangan.

“Di dalam 'normal baru' ini, akan banyak bisnis perlu, jika tidak dipaksa, untuk meninjau strategi jaringan dan keamanan arsitektur, operasional dan dukungan model untuk mengelola risiko operasional dengan lebih baik. Kami berharap untuk melihat perubahan strategi dalam menciptakan prioritas pada kelangsungan bisnis dan persiapan untuk masa depan jika sistem ‘lockdown’ mulai mereda. Infrastruktur jaringan perlu dirancang secara tepat dan dikelola untuk menghadapi lonjakan yang tidak direncanakan, di mana hal ini perlu untuk dilihat kembali baik di cloud dan infrastruktur fisik di perusahaan sehingga dapat mengurangi dampak dan frekuensi pemadaman bisnis," ungkapnya.

Lopez membeberkan jika perangkat sudah menua dan usang di tempat kerja, memiliki kerentanan dua kali lebih banyak per perangkat (42,2) bila dibandingkan dengan perangkat yang lama (26,8) dan yang terkini (19,4), sehingga menciptakan risiko.

Risiko ini semakin buruk ketika bisnis menunda memperbaharui perangkat atau meninjau ulang versi sistem operasi selama masa pakainya. Padahal untuk memperbaharuinya dapat dilakukan secara bertahap, dan seringkali negosiasi dengan pemilik teknologi berdasarkan perjanjian pemeliharaan atau perpanjangan garansi dapat dilakukan.

Sebagai bagian dari strategi transformasi digital, organisasi terkemuka sudah menggunakan jaringan untuk memungkinkan model bisnis baru atau mengoptimalkan model operasional yang ada.

Sebagai alternatif lainnya, bisnis dapat berinvestasi dalam teknologi seperti halnya robotic process automation (RPA), sebagai bagian dari inisiatif transformasi digital mereka untuk menghemat biaya dan meningkatkan layanan dengan cara yang gesit.

Apa pun alasannya, transformasi digital membantu meningkatkan pengalaman pelanggan dan karyawan, didukung oleh jaringan. Inisiatif ini hanya akan dipercepat dengan dukungan infrastruktur yang relevan dan aman di 'normal baru' terutama yang berkaitan dengan inisiatif-inisiatif bisnis baik di area teknologi, operasional dan keuangan.

“Jaringan adalah platform untuk melakukan transformasi digital bisnis. Untuk itu, keberadaannya di manapun, fleksibel, kuat dan aman untuk beradaptasi dengan mudah terhadap perubahan bisnis, sambil meningkatkan kematangan lingkungan pada dukungan operasionalnya. Bisnis yang menggunakan otomatisasi dan kecerdasan jaringan tingkat tinggi untuk mengoptimalkan operasionalnya akan memperoleh keunggulan kompetitif yang signifikan dan merealisasikan manfaat ekonomi cloud, dengan aman," tutupnya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini