Kenali Tingkatan Laboratorium Bio Safety Level 1 hingga 4

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 17 Juni 2020 11:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 17 56 2231459 kenali-tingkatan-laboratorium-bio-safety-level-1-hingga-4-xx21TEGO2E.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah mengembangkan berbagai inovasi untuk mengatasi penyebaran virus corona di Indonesia, salah satunya adalah Mobile Lab Biosafety Level 2 (BSL2).

Namun tahukah Anda, pengembangan Biosafety atau dikenal Level Keselamatan Biologi sudah mencapai level 4 saat ini. Tentunya setiap level memiliki manfaat dan kegunaan tersendiri.

Wikipedia menerangkan, Level Keselamatan Biologi diperlukan untuk penanganan agen biologi.

Adapun Laboratorium Bio Safety Level (Level Keselamatan Biologi) merupakan pembuatan produk biologi seperti vaksin atau serum.

Fasilitas laboratorium memiliki tingkat keamanan yang ketat, agar tidak mengontaminasi tenaga kerjanya maupun lingkungan sekitarnya. Tingkat keamanan ini dibagi beberapa tingkatan (level) dari 1 – 4 yang merupakan suatu perlindungan baik untuk petugas lab maupun lingkungan yang berada di sekitarnya.

Berikut perbedaan kegunaan dan manfaat BSL1 hingga BSL4.

1. Bio Safety Level 1 (BSL1)

BSL-1 yaitu laboratorium yang digunakan untuk menguji mikroorganisme risk group 1. Mikroorganisme ini tidak menyebabkan penyakit terhadap manusia dan hewan.

Risiko individu dan komunitas rendah, contoh agen atau mikroorganisme tersebut di antaranya Escherichia coli K-12, S. cerevisiae (jamur), B. subtilis, Lactobacillus spp.

2. Bio Safety Level 2 (BSL2)

BSL-2 yaitu laboratorium yang digunakan untuk menguji mikroorganisme risk group 2. Mikroorganisme ini bersifat menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan tapi tidak menjadi ancaman serius.

Metode pencegahan dan pengobatan sudah tersedia. Risiko individu rendah dan komunitas rendah. Sebagai contoh mikroorganisme yang ditangani biosafety level 2 di antaranya Virus Campak (Measles), Herpes virus, Streptococcus, most mammalian cell lines.

3. Bio Safety Level 3 (BSL3)

Ditujukan bagi fasilitas laboratorium diagnostik, riset atau produksi yang berhubungan dengan mikroorganisme risk group 3 yang bisa menyebabkan penyakit serius pada manusia dan hewan, metode pencegahan dan pengobatan masih tersedia.

Risiko individu tinggi dan risiko komunitas masih terbatas. Pekerja laboratorium harus memiliki pelatihan khusus dalam penanganan agen-agen patogenik berbahaya dan diawasi oleh ilmuwan-ilmuwan berkompetensi yang berpengalaman dalam bekerja dengan agen-agen tersebut. Contoh mikroorganisme yang ditangani Biosafety Level 3 antara lain: Anthrax, HIV, SARS, Tubercolosis, virus cacar, thypus dan Avian influenza.

4. Bio Safety Level 4 (BSL 4)

Dibutuhkan untuk laboratorium yang berhubungan dengan mikroorganisme risk group 4; yaitu mikroorganisme yang menyebabkan penyakit serius pada manusia dan hewan serta dapat menyebar dengan cepat (melalui udara), tidak ada metode pencegahan dan pengobatan.

Risiko individu dan komunitas sangat tinggi. Fasilitas laboratorium terisolasi dari tempat-tempat umum. Semua pekerjaan dalam fasilitas ini dilakukan dalam tempat tertutup khusus. Pekerjanya memakai pakaian pelindung khusus lengkap dengan tabung oksigen yang tersendiri.

Contoh agen biologi kategori level keselamatan biologi 4 antara lain: Ebola, virus Hanta dan virus Lassa.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini