Peneliti Temukan Penampakan Cahaya Hijau di Sekitar Mars

INews.id, Jurnalis · Rabu 17 Juni 2020 16:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 17 56 2231719 peneliti-temukan-penampakan-cahaya-hijau-di-sekitar-mars-8a3eAT6R6H.jpg (Foto: ESA)

CALIFORNIA - Mars dikenal sebagai Planet Merah karena rona tembaga, dikutip iNews. Meskipun dikenal sebagai planet merah, peneliti melaporkan Mars berwarna hijau tetapi bukan karena tiba-tiba tumbuh tanaman yang subur.

Para peneliti yang menulis dalam jurnal Nature Astronomy melaporkan, ada cahaya hijau di sekitar Mars. Hal ini disebabkan atmosfer tipis planet yang telah mengambil cahaya hijau seperti yang diamati oleh Trace Gas Orbiter (TGO) yang saat ini menyebut Mars sebagai rumah.

Penghuni bagian tertentu dari Planet Bumi terkadang disuguhi pertunjukkan cahaya yang cukup spektakuler di langit malam. Cahaya utara adalah fenomena yang terkenal dan sering dipelajari.

Di Bumi, garis-garis warna hijau, biru, dan lainnya di langit adalah produk sampingan dari medan magnet Bumi yang menyalurkan partikel berenergi.

Cahaya yang dilihat TGO di Mars adalah fenomena yang berbeda tapi tidak unik untuk Planet Merah. Mars tidak memiliki medan magnet yang kuat seperti halnya Bumi, tapi planet memiliki oksigen di atmosfernya.

Atom-atom oksigen itu terisi oleh sinar Matahari dan kemudian saat rileks, mereka memancarkan warna hijau pucat. Para astronot telah mengamati hal ini terjadi di sekitar Bumi dan melihatnya di Mars tidak selalu mengejutkan. Tapi, fenomena menawarkan kepada para peneliti beberapa informasi mengenai atmosfer planet.

"Dengan melihat ketinggian di mana emisi ini berada, Anda bisa benar-benar mengetahui ketebalan atmosfer dan bagaimana perbedaannya. Jadi, jika Anda terus mengamati fenomena ini, Anda bisa melihat ketinggian atmosfer berubah, sesuatu yang dilakukannya misalnya saat memanas ketika badai debu. Ini adalah masalah yang kita hadapi ketika mencoba mendarat di Mars karena kita tidak pernah yakin seberapa tebal atmosfernya ketika kita membajaknya untuk sampai ke permukaan," kata rekan penulis studi Dr. Manish Patel.

Mengetahui posisi dan ketebalan atmosfer penting saat Anda bepergian ke dunia baru. Pasalnya, hal ini memengaruhi sudut pendekatan yang perlu diambil oleh pesawat luar angkasa untuk menghindari kerusakan atau melompat ke luar angkasa.

NASA dan badan antariksa lainnya telah menjelaskan mereka berencana mengirim manusia ke Mars dalam waktu yang tidak lama lagi. Alhasil, informasi terbaru ini dapat berguna.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini