Teknologi HFNC Bantu Pasien Covid-19 dan Penyakit Paru-Paru Kronis

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Jum'at 19 Juni 2020 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 19 56 2233002 teknologi-hfnc-bantu-pasien-covid-19-dan-penyakit-paru-paru-kronis-BgUPflB4cv.jpg (Foto: LIPI)

JAKARTA - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengklaim terapi oksigen beraliran tinggi atau High Flow Nasal Cannula (HFNC) dapat mencegah pasien Covid-19 gagal bernafas lantaran serangan virus corona dan penyakit paru-paru kronis.

“Inovasi ini sangat berguna untuk pasien Covid-19 untuk tahap awal jika pasien masih dalam kondisi dapat bernafas sendiri. Alat ini mencegah pasien tidak sampai gagal nafas dan tidak harus diinkubasi menggunakan ventilator invasif," kata Ketua Kelompok Penelitian Otomasi Industri Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik (Telimek) LIPI Hendri Maja Saputra.

Hendri menjelaskan riset dan pengembangan alat tersebut dilakukan sejak April 2020 atau sejak Virus Corona mulai melanda di sejumlah wilayah Tanah Air.

"Riset dan pengembangan untuk HFNC ini telah dilakukan sejak April 2020," ucapnya.

Ditambahkan Hendri, dari hasil riset kemudian menghasilkan produk inovasi nasal cannula atau alat bantu pernafasan untuk menyalurkan oksigen melalui selang yang bening transparan dan lentur guna menyalurkan oksigen pada saluran pernafasan yang menyempit.

"Produk ini diharapkan dapat membantu penyembuhan pasien Covid-19 baik yang berstatus ODP, PDP, maupun pasien positif," ungkapnya.

Hendri juga menerangkan, selain dapat menolong pasien Covid-19, alat ini juga dapat menolong pasien yang memiliki penyakit yang berhubungan dengan paru-paru.

“Penggunaannya tidak sebatas untuk pasien Covid-19, namun dapat digunakan untuk pasien yang mempunyai diagnosis penyakit paru-paru obstruktif kronik, Restrictive Thoracic Diseases (RTD), Obesity Hypoventilation Syndrome 5, deformitas dinding dada, penyakit neuromuskular, dan Decompensated Obstructive Sleep Apnea," ungkapnya.

GLP HFNC-01 siap diproduksi dan digunakan oleh rumah sakit, tenaga medis, maupun masyarakat umum karena alat ini dirancang untuk berbagai macam ukuran nasal cannula , sehingga cocok untuk pasien dewasa maupun pasien anak.

“Alat ini dapat diproduksi 100 unit per bulan yang dapat digunakan difasilitas kesehatan ataupun digunakan langsung oleh masyarakat umum,” tutupnya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini