Ini Cara Aman Menyaksikan Gerhana Matahari pada 21 Juni

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Minggu 21 Juni 2020 07:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 21 56 2233708 ini-cara-aman-menyaksikan-gerhana-matahari-pada-21-juni-zwto1VVn0m.jpg (Foto: Dok Sky and Telescope)

JAKARTA - Fenomena Gerhana Matahari Cincin diprediksi terjadi pada hari ini atau 21 Juni 2020. Fenomena ini terjadi di sejumlah negara di benua Afrika dan Asia saat Matahari berada pada Titik Balik Utara (June Solstice).

Saat terjadi Gerhana Matahari 21 Juni 2020, sebagian wilayah Indonesia hanya mengalami Fase Gerhana Matahari Parsial saja, sedangkan sebagian yang lain tidak dapat melihat fenomena Gerhana Matahari sama sekali termasuk di Jakarta.

Beberapa daerah yang tidak dapat menyaksikan gerhana matahari antara lain, Bandar Lampung, Serang, Jakarta, Bandung dan Yogyakarta. Sementara wilayah lain mulai dari Banda Aceh, Medan, Samarinda, Kupang, Manado, Ambon hingga Jayapura dapat melihat fenomena gerhana ini.

View this post on Instagram

CINCIN API SOLSTIS 21 JUNI 2020 • Gerhana Matahari Cincin 21 Juni 2020 terjadi di sejumlah negara di benua Afrika dan Asia saat Matahari berada pada Titik Balik Utara (June Solstice). Fenomena "Cincin Api Solstis" tersebut termasuk langka yang akan kembali terjadi pada 21 Juni 2039. Gerhana Matahari Cincin kali ini juga semakin istimewa dengan “cincin paling tipis” dalam rentang tahun 2003 s.d 2031. Piringan Matahari yang tertutup Bulan mencapai 98.81% saat Puncak Gerhana di daerah Uttrakhan, India pukul 06:40 UT. . Namun, saat terjadi Gerhana Matahari 21 Juni 2020 kali ini, sebagian wilayah Indonesia hanya mengalami Fase Gerhana Matahari Parsial saja, sedangkan sebagian yang lain tidak dapat melihat fenomena Gerhana Matahari sama sekali termasuk di Jakarta. . Bagi sahabat yang berkesempatan untuk melihat fenomena Gerhana Matahari tersebut, jangan lupa mengamatinya dengan prosedur yang aman, seperti menggunakan filter khusus matahari (ND5) atau proyeksi lubang jarum (pinhole). . #planetariumjakarta #uppkjtim #astronomi #gerhanamatahari #budayajakarta

A post shared by Planetarium & ObservatoriumJkt (@planetariumjkt) on Jun 20, 2020 at 5:21am PDT



Bagi masyarakat yang bisa melihat fenomena gerhana matahari sebagian ini, dianjurkan untuk menggunakan filter khusus matahari atau proyeksi lubang jarum.

"Bagi sahabat yang berkesempatan untuk melihat fenomena Gerhana Matahari tersebut, jangan lupa mengamatinya dengan prosedur yang aman, seperti menggunakan filter khusus matahari (ND5) atau proyeksi lubang jarum (pinhole)," tulis akun Instagram planetariumjkt.

Sebelumnya dilaporkan, fenomena gerhana kali ini bersamaan dengan fenomena Cincin Api Solstis. Gerhana Matahari Cincin 21 Juni 2020 terjadi di sejumlah negara di benua Afrika dan Asia saat Matahari berada pada Titik Balik Utara (June Solstice).

"Fenomena "Cincin Api Solstis" tersebut termasuk langka yang akan kembali terjadi pada 21 Juni 2039," tulis akun Instagram planetariumjkt.

Lebih lanjut planetariumjkt menjelaskan bahwa Gerhana Matahari Cincin kali ini semakin istimewa dengan “cincin paling tipis” dalam rentang tahun 2003 sampai dengan 2031.

Piringan Matahari yang tertutup Bulan mencapai 98.81% saat Puncak Gerhana di daerah Uttrakhan, India pukul 06:40 UT.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini