Warga Diimbau Tak Melihat Gerhana Matahari Sebagian dengan Mata Telanjang

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Minggu 21 Juni 2020 10:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 21 56 2233752 warga-diimbau-tak-melihat-gerhana-matahari-sebagian-dengan-mata-telanjang-zSA3LS9VoC.jpg (Foto: Slooh)

JAKARTA - Fenomena Gerhana Matahari Cincin (GMC) diprediksi terjadi pada Minggu, 21 Juni 2020. Di wilayah Indonesia hanya terlihat Gerhana Matahari Sebagian (GMS) dengan kegelapan kurang dari 50%, dikutip Sindonews.

Walaupun hanya beberapa yang bisa menikmati fenomena alam ini, Anda tidak bisa menggunakan mata telanjang.

Menurut Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin, tidak ada bedanya melihat GMC maupun GMS. "Sama, harus berhati-hati dengan cahaya Matahari yang sangat kuat," ungkap Thomas.

Cara melihat gerhana Matahari yang aman, sambung Thomas, jangan paksakan melihat Matahari yang sangat silau. Untuk bisa menyaksikan fenomena ini, perlu menggunakan kacamata filter.

Sebab Matahari sangat menyilaukan mata, sehingga filter dibutuhkan untuk menyaksikan gerhana.

"Gunakan peredup cahaya untuk melihat sekilas perkembangan gerhana. Lebih baik gunakan filter matahari atau kacamata matahari, kalau ada," sarannya.

Gerhana Matahari Cincin Api sendiri hanya akan terlihat di Asia Tengah sampai Asia Timur. Thomas menjelaskan, itu terjadi ketika Matahari-Bulan-Bumi dalam konfigurasi segaris.

Karena posisi bulan lebih jauh dari rata-rata jaraknya dari Bumi, ukurannya lebih kecil daripada Matahari. Jadi bulan hanya menutupi bagian tengah matahari, sehingga matahari tampak seperti cincin.

Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), di Indonesia, GMS akan melewati 432 pusat kota dan kabupaten di 31 provinsi.

Di Indonesia, lanjut BMKG, waktu mulai gerhana paling awal adalah di Sabang, Aceh, terjadi pukul 13.16.00,5 WIB. Sementara kota yang waktu mulai gerhananya paling akhir adalah di Kepanjen, Jawa Timur, yakni pukul 15.19.49,3 WIB.

Demikian juga waktu puncak Gerhana yang akan terjadi berbeda-beda di setiap daerah. Daerah di Indonesia yang akan mengalami waktu saat puncak gerhana paling awal adalah Kota Sabang, Aceh, yang terjadi pada pukul 14.34.52,4 WIB. Lalu kota yang akan mengalami waktu puncak paling akhir adalah Agats, Papua, yaitu pukul 17.37.26,3 WIT.

ÔÇťAdapun waktu Kontak Akhir paling awal akan terjadi di Tais, Bengkulu yang terjadi pada pukul 15.06.39,8 WIB dan waktu Kontak Akhir paling akhir akan terjadi di Melonguane, Sulawesi Utara, pada pukul 17.31.44,9 WITA," ungkap BMKG.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini