Covid-19 Meningkat, Apple Bakal Tutup Lagi Toko di AS

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Minggu 21 Juni 2020 14:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 21 57 2233838 covid-19-meningkat-apple-bakal-tutup-lagi-toko-di-as-TMeodzLCu6.jpg (Foto: Geeky Gadgets)

JAKARTA - Apple mengatakan bahwa pihaknya akan menutup hampir 12 toko di Amerika Serikat (AS) terkait dengan meningkatnya infeksi virus corona, dikutip Arstechnica.

Langkah tersebut merupakan cara perusahaan dalam menyikapi kenaikan kasus Covid-19 di AS, ketika negara-negara mulai mengurangi penguncian (lockdowns).

Langkah ini juga membuat saham AS lebih rendah, karena investor khawatir kehati-hatian Apple dapat menandakan kekhawatiran yang lebih luas di kalangan bisnis tentang apakah aman untuk mulai membuka kembali ekonomi AS.

Analis Wedbush, Dan Ives, menyebutnya sebagai "tren yang mengkhawatirkan" untuk ritel AS, meskipun menurutnya dampak pada penjualan Apple akan terbatas "Apple adalah barometer utama, secara global," katanya.

Produsen iPhone itu menyebutkan 11 lokasi di empat negara bagian yang akan ditutup. Enam lokasi sedang ditutup di Arizona, di mana kasus baru harian telah melonjak menjadi 2.519, dibandingkan kurang dari 300 pada akhir Mei.

Dua lokasi sedang ditutup kembali di Florida, di mana kasus harian meningkat hampir enam kali lipat pada bulan lalu menjadi 3.207.

Lokasi lain berada di North Carolina dan South Carolina, masing-masing yang telah mengalami catatan harian dalam seminggu terakhir.

"Karena kondisi Covid-19 saat ini di beberapa komunitas yang kami layani, kami sementara menutup toko di area ini," kata Apple.

“Kami mengambil langkah ini dengan sangat hati-hati karena kami memantau situasi dengan cermat dan kami berharap tim dan pelanggan kami kembali secepat mungkin,” jelasnya.

Apple awalnya telah menutup semua toko ritel globalnya di luar China pada 14 Maret, dengan alasan perlunya "mengurangi kepadatan dan memaksimalkan jarak sosial".

Pada tanggal 8 Mei, ketika tampaknya virus corona mulai berkurang, Apple mengatakan “bersemangat” untuk memulai membuka kembali lokasi AS-nya, dimulai dengan Idaho, South Carolina, Alabama, dan Alaska.

Pelanggan diharuskan menjalani pemeriksaan suhu cepat, lalu memakai masker dan mengamati jarak sosial di dalam.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini