Gerhana Matahari Berdampak pada Kondisi Pasang Air Laut

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Senin 22 Juni 2020 10:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 22 56 2234074 gerhana-matahari-berdampak-pada-kondisi-pasang-air-laut-cRqYhqNQZT.jpg (Foto: IST)

JAKARTA - Gerhana matahari cincin telah terjadi pada 21 Juni 2020. Di Indonesia, fenomena ini muncul dalam gerhana matahari sebagian.

Pusat Meteorologi Maritim BMKG mengungkap pengaruh gerhana matahari cincin terhadap pasang surut di beberapa wilayah Indonesia.

"Dari analisis grafik pasang surut, fenomena Gerhana Matahari berdampak pada kondisi pasang air laut maksimum beberapa wilayah Indonesia yang juga memasuki fase bulan baru Hijriyah pada 21 Juni 2020 di Pesisir Utara dan selatan Pulau Jawa, selatan Pulau Bali hingga Nusa Tenggara," tulis Pusat Meteorologi Maritim BMKG.

 Pusat Meteorologi Maritim BMKG mengungkap pengaruh gerhana matahari cincin terhadap pasang surut di beberapa wilayah Indonesia.

Bulatan berwarna warna merah pada gambar grafik pasang surut menunjukkan adanya peningkatan tinggi muka air laut dibandingkan 2 (dua) hari sebelumnya, namun masih berada di bawah ambang batas potensi terjadinya banjir pesisir.

Seperti diketahui, pada 21 Juni terjadi fenomena gerhana matahari sebagian di Indonesia. Ada 432 kota dan kabupaten di 31 provinsi di Indonesia yang dilintasi jalur gerhana matahari.

Dari sejumlah wilayah yang dilintasi gerhana matahari, Sabang, Aceh merupakan daerah yang dapat mengamati gerhana paling awal pada pukul 13.16 WIB, menurut BMKG. Sementara kota yang memulai gerhana paling akhir ialah Kepanjen, Jawa Timur pada pukul 15.19 WIB.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini