Jumlah Kasus Covid-19 Tinggi di AS, Apple Store Kembali Ditutup

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Selasa 23 Juni 2020 10:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 23 16 2234713 jumlah-kasus-covid-19-tinggi-di-as-apple-store-kembali-ditutup-MoY8qPQzV5.jpg (Foto: Apple)

CUPERTINO - Pandemi Covid-19 belum berakhir. Amerika Serikat (AS) menjadi negara tertinggi untuk jumlah kasus virus corona atau Covid-19.

Melihat hal tersebut, Apple kembali menutup sejumlah Apple Store di AS. Dikutip Sindonews, sejumlah Apple Store di AS kembali tutup untuk sementara waktu. Toko-toko tersebut berlokasi di Florida, Arizona, South Carolina, dan north Carolina.

Padahal akhir Mei lalu perusahaan bermarkas di Cupertino itu telah berencana untuk membuka sekitar 100 Apple Store karena kebijakan lockdown di AS pada saat itu mulai mereda.

Namun kembali ditutup karena melihat kasus Covid-19 di Amerika Serikat terus meningkat, dengan lebih dari 2,2 juta orang positif dan setidaknya 118.396 meninggal dunia.

Kepala Ritel di Apple Deirdre O'Brien, dalam sebuah surat mengatakan keputusan untuk kembali menutup Apple Store mungkin akan diambil dengan merujuk pada data yang diperlukan.

"Ini bukan keputusan tergesa-gesa. Pembukaan toko sama sekali tidak berarti bahwa kami tidak akan mengambil langkah pencegahan untuk menutupnya lagi, jika memang diperlukan," kata O'Brien.

Diberitakan sebelumnya, Apple akan kembali membuka gerai ritelnya di AS yang dimulai dari 25 toko dan akan menyusul secara bertahap pembukaan seluruh toko di dunia.

Apple diketahui sejak Maret lalu menutup seluru toko retail mereka, di luar China, akibat pademi Covid-19. Mereka sudah lebih dulu menutup lebih dari 50 gerai di China pada Januari dan mulai buka kembali pada pertengahan Maret.

Bagi toko yang sudah kembali dibuka, Apple akan memberlakukan aturan menjaga jarak, dengan membatasi kapasitas pengunjung dan beberapa akan membayasi layanan yang diberikan.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini