NASA Berencana Luncurkan Misi ke Bulan Triton Milik Neptunus

INews.id, Jurnalis · Rabu 24 Juni 2020 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 16 2235439 nasa-berencana-luncurkan-misi-ke-bulan-triton-milik-neptunus-UOzeYVpvOE.jpg (Foto: Space)

CALIFORNIA - Salah satu objek yang menjadi perhatian peneliti ialah bulan milik Neptunus, Triton. NASA telah mengusulkan pengiriman pesawat luar angkasa ke Triton.

Dikutip iNews, badan antariksa Amerika Serikat (AS) ini berencana untuk mempelajari lebih lanjut mengenai tubuh misterius ini.

Terakhir kali dan satu-satunya pesawat luar angkasa mengunjungi Triton adalah 30 tahun lalu. Saat itu, pesawat luar angkasa Voyager 2 terbang melewati Triton dalam perjalanan keluar dari tata surya.

Kunjungan Voyager 2 menelurkan teka-teki aneh mengenai Bulan. Pengamatan menunjukkan ada gumpalan es besar muncul dari permukaan tapi ilmuwan tidak bisa memahami penyebabnya.

Temuan ini menunjukkan masih ada beberapa aktivitas di Bulan yang jauh. Para peneliti ingin tahu bagaimana keanehan bisa terjadi di Triton mengingat posisinya begitu jauh dari Matahari.

"Triton selalu menjadi salah satu body paling menarik di tata surya. Saya selalu menyukai gambar Voyager 2 dan pandangan menggoda mereka mengenai Bulan aneh dan gila yang tidak dipahami oleh siapa pun," kata Director of the Lunar and Planetary Institute dan peneliti utama misi yang diusulkan Louise Prockter.

Keanehan lain terkait Triton termasuk fakta dia mengorbit berlawanan dengan cara rotasi Neptunus. Bulan tampaknya telah bergerak waktu ke waktu dari Sabuk Kuiper dan mengorbit pada kemiringan ekstrem. Selain itu, Triton juga memiliki suasana yang sangat luar biasa.

"Triton aneh tapi relevan karena ilmu yang bisa kita lakukan di sana. Kami tahu permukaan memiliki semua fitur yang belum pernah kami lihat sebelumnya, yang memotivasi kami untuk ingin tahu 'Bagaimana cara kerja dunia ini?'" ujar ilmuwan proyek Karl Mitchell Trident di Jet Propulsion Laboratory NASA.

Triton memang bukan kunci untuk ilmu tata surya. Tapi, Bulan adalah kunci keseluruhan yakni objek Sabuk Kuiper yang ditangkap berevolusi, dunia lautan potensial dengan bulu-bulu aktif, ionosfer yang energetik dan muda, serta permukaan yang unik.

NASA ingin meluncurkan misi pada Oktober 2025. Waktu tersebut tepat di mana Bumi sejajar dengan Jupiter untuk membuat jendela yang hanya muncul setiap 13 tahun.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini