4 Alasan Anda Harus Berhenti Kebiasaan Memangku Laptop

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 24 Juni 2020 17:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 24 16 2235712 4-alasan-anda-harus-berhenti-kebiasaan-memangku-laptop-7aj2CdPlHN.jpg (Foto: Lifehacker UK)

JAKARTA - Laptop memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh PC desktop. Bentuk laptop yang ringkas bisa dibawa bepergian dan mudah dimasukan ke dalam tas.

Dengan laptop, Anda bisa bekerja di mana pun Anda inginkan. Bila tidak menemukan meja untuk meletakan laptop, mungkin Anda terbiasa memangku laptop.

Ternyata, kebiasaan memangku laptop tidak baik untuk pengguna. Berikut ini alasan mengapa Anda harus meninggalkan kebiasaan memangku laptop, dikutip dari berbagai sumber.

Kulit Terbakar

Kebiasaan memangku laptop dalam jangka waktu yang lama bisa menimbulkan efek kulit terbakar atau yang dinamakan toasted skin syndrome.

Toasted skin syndrome bisa terjadi akibat paparan panas yang terlalu tinggi. Kondisi tersebut bisa disebabkan karena seseorang berada terlalu lama di depan perapian.

Laptop juga dapat mengeluarkan panas sehingga terpaan kepada kulit bisa memunculkan syndrome tersebut.

Pengaruhi Sperma

Artikel pada jurnal Human Reproduction di 2005, meneliti hubungan panas laptop dengan jumlah sperma yang berkurang pada pria. Ditemukan bahwa panas yang dihasilkan laptop bisa menghangatkan sperma laki-laki, sehingga berpotensi mematikan sperma tersebut.

Kondisi yang disebut hipertermia skrotum ini bisa menjadi masalah besar. Dengan demikian, perhatikan cara Anda ketika meletakan laptop saat bekerja. Memangku laptop bisa mempengaruhi kesuburan Anda.

Nyeri Punggung dan Leher

Menggunakan laptop dengan cara meletakannya dipangkuan paha tidak disarankan karena bisa menyebabkan masalah punggung, pundak serta leher. Hal ini dikarenakan posisi tubuh yang buruk ketika menggunakan laptop.

Potensi Kanker

Tidak hanya bahaya toasted skin syndrome, paparan panas yang dikeluarkan laptop berisiko menimbulkan kanker kulit.

Kondisi kulit terbakar akibat panas laptop ini disebut-sebut bisa memunculkan risiko kanker kulit yang lebih ganas. Risiko kanker juga dapat muncul karena area elektromagnetik pada laptop.

(ahl)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini