Ilmuwan Jelaskan Fenomena Hujan Berlian di Neptunus dan Uranus

INews.id, Jurnalis · Selasa 30 Juni 2020 11:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 16 2238661 ilmuwan-jelaskan-fenomena-hujan-berlian-di-neptunus-dan-uranus-zJVlUVsQ7a.jpg (Foto: NASA)

CALIFORNIA - Beberapa planet di sistem tata surya diduga memiliki fenomena hujan berlian. Dikutip iNews, Neptunus dan Uranus merupakan dua planet yang diduga memiliki fenomena tersebut.

Para ilmuwan telah menghasilkan bukti eksperimental baru yang menunjukkan bagaimana hujan berlian bisa terjadi. Hipotesa menyatakan, panas yang hebat dan tekanan ribuan kilometer di bawah permukaan Neptunus membelah senyawa hidrokarbon.

Karbon terkompresi menjadi berlian dan tenggelam lebih dalam lagi ke inti planet.

Eksperimen baru menggunakan laser X-ray Linac Coherent Light Source (LCLS) SLAC National Accelerator Laboratory untuk pengukuran yang paling tepat mengenai bagaimana proses hujan berlian ini seharusnya terjadi. Lalu, mereka menemukan transisi karbon langsung menjadi berlian kristal.

"Penelitian ini memberikan data tentang fenomena yang sangat sulit untuk dimodelkan secara komputasi. miscibility dari dua elemen, atau bagaimana mereka bergabung saat dicampur. Di sini mereka melihat bagaimana dua elemen terpisah," kata fisikawan plasma Mike Dunne.

Neptunus dan Uranus adalah planet yang paling tidak dipahami di Tata Surya. Jaraknya sangat jauh dan hanya Voyager 2 yang sudah berhasil mendekati mereka.

Atmosfer Neptunus dan Uranus terdiri atas hidrogen dan helium, dengan sejumlah kecil metana. Di bawah lapisan atmosfer ini, cairan super dingin dari material 'dingin' seperti air, metana, dan amonia membungkus inti planet.

Perhitungan dan percobaan sejak dekade telah menunjukkan, dengan tekanan dan suhu yang cukup, metana dapat dipecah menjadi berlian. Hal ini menunjukkan berlian dapat terbentuk di dalam material yang panas dan padat ini.

(ahl)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini