Ini yang Terjadi saat Kulit Sering Terpapar Sinar Ultraviolet

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Selasa 30 Juni 2020 17:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 16 2238958 ini-yang-terjadi-saat-kulit-sering-terpapar-sinar-ultraviolet-qSvOTP8VLF.jpg (Foto: The New York Times)

JAKARTA - Matahari memiliki manfaat ketika seseorang terkena sinarnya di pagi hari. Selain memiliki manfaat, Anda juga perlu memperhatikan efek yang ditimbulkan ketika terkena sinar ultraviolet dari cahaya matahari.

Matahari ternyata dapat membakar kulit kita. Sebab, matahari mengirimkan banyak energi ke arah kita setiap saat.

Dikutip dari Spaceplace NASA, beberapa jenis energi tersebut di antaranya radiasi infra merah, cahaya tampak, dan sinar ultraviolet. Sinar ultraviolet ini yang dapat membakar kulit kita.

Radiasi infra merah, cahaya yang tampak, dan sinar ultraviolet adalah jenis gelombang dalam spektrum elektromagnetik. Namun, gelombang energi tersebut tidak semuanya sama.

Beberapa memiliki lebih banyak energi daripada yang lain. Gelombang ultraviolet memiliki lebih banyak energi daripada cahaya tampak, energi inilah yang dapat membakar kulit kita.

Jika sinar ultraviolet terlalu sering mengenai kulit kita, maka akan merusak sel-sel kulit. Sel-sel kulit bisa mati, dan tubuh akan bereaksi seperti kulit menjadi merah, sehingga bisa menyakitkan.

Sinar ultraviolet dapat memantul dari permukaan lain seperti air, salju, dan beton. Itu berarti, meskipun kita berada di bawah payung, bahkan awan yang mendung pun masih bisa membakar kulit kita.

Matahari 'terbakar' selama sekitar sembilan atau sepuluh miliar tahun. Untuk dapat menikmati energi dari matahari, kita dapat menggunakan pakaian, topi, dan sunblock yang mengandung bahan kimia sehingga dapat memantulkan sinar ultraviolet.

(ahl)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini