4 Bahan Ramah Lingkungan yang Mampu Gantikan Plastik

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 01 Juli 2020 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 01 16 2239333 4-bahan-ramah-lingkungan-yang-mampu-gantikan-plastik-ELaJnLDOG8.jpg Ilustrasi plastik (Foto: Avani Eco)

JAKARTA - Plastik bisa menimbulkan masalah lingkungan karena diperlukan waktu yang sangat lama terkait masa penguraiannya. Bahkan, satu botol plastik perlu masa penguraian selama 450 tahun.

Untuk itu, beberapa pihak beralih untuk mencari alternatif pengganti plastik. Bahan-bahan pengganti plastik itu dinilai ramah lingkungan, karena berasal dari hewan maupun tanaman.

Diambil dari berbagai sumber, berikut ini bahan-bahan alternatif untuk menggantikan plastik.

Pati Kentang

Pati kentang bisa dimanfaatkan untuk membuat kantong belanja bio-plastik. Proses pengolahannya tetap memerlukan zat kimia yang dinamakan polyurethane. Bahan ini merupakan bahan kunci pembuatan plastik.

Akan tetapi, polyurethane yang dipakai untuk pengolahan tersebut kabarnya lebih sedikit. Oleh karena kandungan zat kimia lebih sedikit, maka ini bisa meminimalisir efek racun, mempercepat penguraian secara alami dan ramah lingkungan.

Pati Singkong

Seorang entrepreneur asal Bali, Kevin Kumala mengembangkan kantong belanja dengan bahan pati singkong. Kantong plastik yang dibuatnya dinilai ramah lingkungan.

Beberapa video yang diunggah menunjukkan Kevin Kumala membakar kantong belanja ciptaannya dan meminumnya. Ini untuk membuktikan bahwa produk tersebut aman.

Dengan memanfaatkan bahan alami ini, diharapkan penggunaan plastik yang sulit terurai dapat dikurangi.

Jamur

Jamur bisa dimanfaatkan sebagai bahan untuk kemasan produk. Kemasan ini menyerupai styrofoam. Dengan demikian, ia bisa dibentuk sesuai dengan bentuk produk tertentu.

Kabarnya, jamur yang dipakai ditumbuhkan dengan media yang berasal dari limbah pertanian. Produk ini juga tidak memiliki tambahan senyawa kimia.

Kemasan yang diciptakan cukup tebal sehingga aman untuk membungkus produk.

Rumput Laut

Seorang pria lulusan Imperial College London, Inggris menemukan cara untuk menikmati air minum tanpa memakai botol plastik. Bernama Rodrigo Garcia Gonzales, ia mengembangkan Ooho Water Bomb.

Ooho Water Bomb merupakan wadah air minum dengan bentuk bola kecil. Ooho diciptakan dari bahan organik, yakni sari rumput laut.

Kandungan karbondioksida pada Ooho kabarnya lima kali lebih sedikit dibandingkan botol plastik. Selain itu, bahan baku Ooho juga lebih murah dibandingkan dengan botol plastik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini