Rocket Lab Electron Gagal Jalankan Misi Peluncuran Satelit Luar Angkasa

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Senin 06 Juli 2020 10:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 06 16 2241719 rocket-lab-electron-gagal-jalankan-misi-peluncuran-satelit-luar-angkasa-qdNSaAsPD3.jpg (Foto: SpaceNews)

JAKARTA - Rocket Lab gagal jalankan misi pengiriman tujuh buah satelit pencitraan Bumi ke lintasan orbit pada Sabtu (4/7/2020). Dilansir Space.com, perusahaan penerbangan satelit luar angkasan Rocket Lab kehilangan tujuh buah satelit pencitraan Bumi setelah gagal melakukan misinya yang dinamakan 13th Electron Mission: Pict or It Didn’t Happen.

Misi ini dilakukan dari situs peluncuran yang berada di Semenanjung Mahia, Pulau Utara Selandia Baru tepat pada pukul 17:19 EST waktu setempat. Pada misi tersebut mereka berencana menerbangkan tujuh buah muatan milik tiga pelanggan mereka, yakni lima satelit pencitraan bumi SuperDove milik Planet Lab, satelit CE-SAT-IB milik Canon Electronic, dan satelit Faraday-1 milik In-Space Mission yang berbasis di Inggris.

Hingga kini penyebab kegagalan masih belum bisa dipastikan. Dilansir BBC.com, pada tahap kedua peluncurannya roket berjalan normal selama 5 menit 40 detik pada ketinggian 192km dengan kecepatan 3,8 km/s. Namun setelahnya, siaran video terhenti dan diketahui roket mengalami anomali kecepatan dan berada pada ketinggian yang tidak sesuai sehingga roket beserta muatannya hancur.

Berkaitan dengan hal ini, Peter Beck selaku Founder dan CEO Rocket Lab menyampaikan permintaan maaf kepada para pelanggan melalui twitter resmi miliknya. Ia juga menyampaikan bahwa tim akan melakukan investigasi terkait masalah tersebut.

“Kami gagal melakukan penerbangan pada misi kali ini. Saya benar-benar menyesal atas kegagalan dalam mengirimkan satelit milik pelanggan kami hari ini. Kami akan mencari penyebabnya, memperbaikinya dan segera kembali," katanya.

Menanggapi berita tersebut, CEO Planet Will Marshall melalui laman resmi perusahaan memberikan tanggapannnya. Ia menyampaikan bahwa hal ini tentunya bukanlah sesuatu yang diharapkan, meski begitu kegagalan dalam penerbangan pesawat luar angkasa bukanlah hal yang tidak mungkin.

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa Planet telah mempersiapkan peluncuran lainnya untuk 12 bulan ke depan dan menantikan kerjasama lainnya bersama Rocket lab.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini