Dekat Pluto, Eris Pernah Dipertimbangkan Menjadi Planet Ke-10

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Senin 06 Juli 2020 10:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 06 16 2241726 dekat-pluto-eris-pernah-dipertimbangkan-menjadi-planet-ke-10-kEEormJTAM.jpg (Foto: Universe Today)

JAKARTA – Eris merupakan planet selain Pluto yang tinggal di Sabuk Katai. Meski Eris planet katai yang terletak paling jauh dari Matahari, Eris termasuk planet kerdil paling masif di Tata Surya dan memiliki massa lebih besar dibanding Pluto sebesar 28%, melansir dari Space Facts.

Setelah mengalami perselisihan, untuk memilih nama yang saat ini menjadi Eris (berasal dari Yunani berarti Dewi Perselisihan) memakan waktu lama lebih dari 1,5 tahun setelah penemuannya pada 2005. Beberapa nama yang ditolak adalah Xea, Lila, dan Persephone (istri Pluto).

Menjadi planet kerdil terbesar kedua (setelah Pluto), pada satu titik Eris pernah dipertimbangkan untuk menjadi planet ke-10. Penemuan Eris membuat diadakannya pertimbangan diskusi yang mengarah pada klasifikasi ‘Planet Dwarf’.

Namun, pada tahun 2006 Eris gagal memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh International Astronomical Union. Pada titik terjauh Eris dari Matahari (Aphelion), jaraknya sangat jauh sehingga berada di luar Sabuk Kuiper, namun pada titik terdekatnya (Perihelion), jaraknya lebih dekat daripada titik paling jauh Pluto.

Setelah okultasi bintang pada tahun 2010 diameternya dihitung lebih kecil dari yang diperkirakan sebelumnya. Pengukuran baru menunjukkan bahwa Pluto lebih besar dari pada pemikirannya yang menjadikannya terbesar.

Semua benda di Sabuk Asteroid bisa muat di dalam Eris. Eris masih lebih kecil dari Bulan Bumi, memiliki sekitar dua pertiga dari diameter Bulan dan sepertiga dari volumenya.

(ahl)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini