Fenomena Awan Noctilucent Menampakan Cahaya Biru di Atmosfer

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Jum'at 10 Juli 2020 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 10 16 2244385 fenomena-awan-noctilucent-menampakan-cahaya-biru-di-atmosfer-PApNKo374s.jpg (Foto: NASA/Scitechdaily)

JAKARTA – Ketika memasuki musim panas, belahan Bumi bagian utara biasanya akan terlihat awan Noctilucent terbentuk di atmosfer. Awan musiman ini biasanya mengintai sekitar 80 kilometer (50 mil) di atas kepala mesosfer di sekitar Kutub Utara, tetapi terkadang juga terbentuk di garis lintang yang lebih rendah, mengutip Scitechdaily.

“Ketika awan Noctilucent meluas ke pertengahan garis lintang (tempat orang tinggal dan dapat menyaksikannya setiap hari) kami menganggap itu adalah musim yang mengesankan," Kata Lynn Harvey, seorang ilmuwan atmosfer di Laboratorium Fisika Atmosfer dan Ruang Angkasa di University of Clorado.

Sebelumnya pada tahun 2019, awan muncul di tempat-tempat di mana mereka jarang terlihat, termasuk California, Colorado, dan Prancis. Dikenal sebagai awan “nighy-shining”, mereka biasanya muncul ketika senja atau fajar saat Matahari berada di bawah cakrawala sehingga menerangi awan dari bawah.

Yang terbaru, awan Noctilucent terlihat pada 7 Juli 2020 di utara Calgary, Kanada. Fotografer Chris Ratzlaff mengatakan bahwa penampakan awan Noctilucent lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Awan Noctilucent terbentuk ketika uap air berkumpul dan membeku di sekitar bintik-bintik debu meteor yang mengambang di mesosfer. Sinar biru terang dan putih berasal dari sinar matahari yang dipantulkan oleh awan yang membeku dan bergelombang.

Harvey mengatakan bahwa kondisi atmosfer tahun ini sangat luar biasa bagi pembentukan awan Noctilucent. Awan sebagian besar membutuhkan suhu dingin dan konsentrasi uap air yang tinggi (pada musim panas ini keduanya hadir bahkan memecahkan rekor di beberapa lintang).

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini