Pandemi Covid-19, Aktivitas Berkirim Pesan Lebih Tinggi Dibanding Video Streaming

INews.id, Jurnalis · Senin 13 Juli 2020 18:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 13 16 2245752 pandemi-covid-19-aktivitas-berkirim-pesan-lebih-tinggi-dibanding-video-streaming-rf25nLurNY.jpg (Foto: Unsplash)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 membuat lebih banyak orang beraktivitas di rumah. Untuk kebutuhan komunikasi, sebagian memanfaatkan layanan data internet untuk mengakses media sosial maupun video konferensi.

Riset menunjukkan penggunaan internet meningkat selama masa pandemi virus corona ini. Dikutip iNews, hasil survei yang dilakukan Alvara Research Center menunjukkan pengeluaran belanja masyarakat atas kebutuhan internet pada 2020 mencapai 8,1 persen, naik dari tahun lalu sebesar 6,1 persen.

Sementara pada 2015 5 persen, dan 2012 4,8 persen. Angka ini bertolak belakang bila dibandingkan belanja kebutuhan dasar yang justru mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu sebesar 49,8 persen, saat ini hanya sebesar 38,1%. Meski menurun, namun kebutuhan dasar tetap menduduki porsi tertinggi belanja masyarakat.

Alokasi untuk kebutuhan internet ini juga jauh di atas kebutuhan telepon yang hanya 4,4 persen, sementara kebutuhan pemenuhan kredit yang menjadi pengeluaran tetap juga cukup tinggi, mencapai 14,2 persen, asuransi 8,7 persen, investasi hanya 4,4 persen, dan tabungan 10,8 persen. Untuk sumbangan cukup menarik karena ada peningkatan dari tahun lalu sebesar hanya 4,8 persen, naik menjadi 6,2 persen, hiburan hanya 5,0 persen.

Dalam penggunaan internet ini, paling banyak adalah mereka yang masuk kategori heavy user, menggunakan dalam sehari 4-6 jam mencapai 29,0 persen, disusul mereka yang kecanduan internet (addicted user) antara 7-10 jam per hari sebanyak 20,8 persen, 11-13 jam per hari sebanyak 12,1 persen, dan di atas 13 jam mencapai 15,8 persen.

Baca juga: 5 Aplikasi untuk Bikin CV Gratis di Smartphone Anda

Sementara medium user yang menggunakan internet 1-3 jam per hari sebanyak 18,8 persen dan light user yang kurang dari satu jam per hari hanya 3,4 persen. Untuk waktu penggunaan internet tertinggi (prime time) ada di pukul 20.00-22.00 WIB, dan terendah di pukul 02-04.00 WIB.

"Sebelum pandemi rata-rata hanya 4-6 jam, sekarang bisa 7-10 jam. Tinggi sekali penggunaan internet. Jamnya juga tinggi," ujar CEO Alvara Hasanuddin Ali saat merilis hasil survei secara virtual, Minggu (12/7/2020).

Hasan mengatakan, ada banyak hal yang dilakukan para pengguna internet di musim pandemi ini. Tertinggi untuk mengirim pesan mencapai 86,5 persen, disusul browsing 80,6 persen, jejaring sosial 70,3 persen, video streaming 55,0 persen, email 53,8 persen, download 44,6 persen.

Selebihnya untuk belanja onine, pembayaran online, internet banking, telepon internet, musik online, transportasi online, game online, belajar online, video conference, e-book/e-reader dan lainnya.

Pengeluaran internet yang tinggi ini juga dipengaruhi karena orang dipaksa bekerja di rumah dan sekolah dari rumah. "Konsumsi internet kita naik berkali-kali lipat. Orang yang menggunakan internet di atas 7 jam ada 48,7 persen. Baik untuk kebutuhan download, belanja online, ini menjadikan tingkat pengeluaran internet tinggi," katanya.

Hasan mengatakan sejak terjadi pandemi Covid-19 di Indonesia awal Maret 2020, Alvara rutin melakukan riset untuk melihat pandangan masyarakat terkait Covid-19 dan dampaknya yang dirasakan secara riil oleh masyarakat.

Survei ini dilakukan pada 22 Juni-1 Juli 2020 dengan melibatkan 1.225 responden. Metode yang digunakan adalah Online Survey dan Mobile Assisted Phone Interview dengan wilayah survei seluruh Indonesia. Namun, ada beberapa provinsi di wilayah Indonesia timur seperti Papua, Papua Barat, dan Maluku yang karena terkendala jaringan internet dan coverage sehingga tidak masuk survei. Margin of error berkisar 2,86%.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini