Ditemukan Lokasi Penambangan Berusia 10.000 Tahun Lebih

Agregasi VOA, Jurnalis · Selasa 14 Juli 2020 08:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 14 16 2245921 ditemukan-lokasi-penambangan-berusia-10-000-tahun-lebih-nAwKB916kM.jpg (Foto: CINDAQ.ORG)

JAKARTA - Penjelajah menemukan lokasi penambangan kuno yang berusia 10.000 tahun lebih di wilayah Meksiko. Temuan ini bisa menunjukkan praktik penambangan yang dilakukan sejak zaman dahulu.

Dikutip Voaindonesia, para periset yang menyelam ke gua-gua gelap bawah air di Semenanjung Yucatan Meksiko menemukan sisa-sisa sebuah operasi penambangan kuno.

"Peninggalan pra-sejarah masih menyimpan banyak misteri bagi para periset. Tambang itu adalah salah satu temuan yang membuka pintu dan jendela ke masa lalu. Luar biasa sekali yang ditemukan oleh para penjelajah itu di gua-gua: bukti penambangan lebih dari 10.000 tahun lalu," kata Roberto Junico, National Institute of Anthropology and History, di Meksiko.

Roberto Junico adalah Wakil Direktur Arkeologi dan Sejarah Bawah Laut pada Institut Antropologi dan Sejarah Nasional Meksiko. Dia memuji para periset dari CINDAQ yang menemukan sebuah operasi penambangan oker yang dimulai 12.000 tahun lalu. CINDAQ adalah akronim Spanyol dari Pusat Riset bagi Sistem Akuifer negara bagian Quintana Roo di Meksiko.

 
Baca juga: 5 Aplikasi Bisa Kembalikan Data yang Terhapus di Android

"Temuan mereka memungkinkan kita memahami beberapa dinamika dari masyarakat zaman dulu. Apa yang mereka lakukan dengan oker ini?" kata Junico.

Oker adalah pigmen berwarna kuning terbuat dari pasir atau tanah liat bercampur oksida besi. Warna dan kegunaannya membuat benda ini populer pada zaman dulu.

"Mereka menggunakan oker untuk mengecat diri mereka seperti yang dilakukan beberapa suku Afrika sekarang ini. Mereka menggunakannya sebagai obat, karena oker melawan bakteri. Mereka menggunakannya sebagai simbolisme. Saya membayangkan oker ini merupakan awal dari manifestasi artistik," kata Junico.

Menemukan benda-benda seperti palu dari batu dan piledriver atau alat pancang terbuat dari stalagmit. Mereka menyelam lebih dari 100 kali untuk menemukan tambang ini. Tambang ini diperkirakan tenggelam 8.000 tahun lalu akibat meningkatnya permukaan laut setelah Zaman Es terakhir.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini