Bisa Hidup Sampai 70 Tahun, Paus Beluga Miliki Jaringan Sosial

Tasya Chrismonita, Jurnalis · Sabtu 18 Juli 2020 14:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 18 16 2248389 bisa-hidup-sampai-70-tahun-paus-beluga-miliki-jaringan-sosial-rsobrEeXkW.jpg (Foto: Mental Floss)

JAKARTA - Paus Beluga (Delphinapterus leucas) hidup mencakup 10 lokasi di seluruh Kutub Utara. Seperti manusia, ternyata paus Beluga membentuk jaringan sosial di luar ikatan keluarga.

Melansir Sciencedaily, sebuah studi baru dengan menggunakan teknik genetika molekur dan studi lapangan menyatukan beberapa dekade penelitian ke dalam hubungan kompleks antara paus Beluga yang mencakup 10 lokasi di Arktik dari Alaska ke Kanada dan Rusia ke Norwegia. Penelitian yang dipimpin oleh Harbor Branch Oceanographic Institute di Florida Atlantic University ini adalah yang pertama kali.

Penelitian menunjukkan bahwa mamalia laut ini memang hidup berkelompok dalam masyarakat yang kompleks. Sama seperti paus pembunuh (Orcinus orca) dan gajah Afrika (Loxodonta Africana), Beluga dianggap membentuk ikatan sosial di sekitar perempuan yang terutama terdiri dari individu-individu yang terkait erat dari garis keturunan ibu yang sama, namun hipotesis ini belum diuji secara formal.

 
Baca juga: Proses Penciptaan Manusia Dijelaskan dalam Alquran

“Tidak seperti paus pembunuh dan seperti beberapa masyarakat manusia, paus Beluga tidak semata-mata atau bahkan hanya berinteraksi dan bergaul dengan kerabat dekat. Di berbagai habitat dan di antara populasi migrasi dan penduduk, mereka membentuk komunitas individu dari semua usia dan kedua jenis kelamin yang secara teratur berjumlah ratusan dan mungkin ribuan," kataGreg O'Corry-Crowe, Ph.D., penulis utama dan profesor penelitian di Harbor Branch FAU.

Mengingat masa hidup Beluga hanya sekitar 70 tahun, temuan ini mengungkapkan bahwa paus Beluga dapat membentuk afiliasi jangka panjang dengan individu yang tidak terkait maupun terkait sebagai mekanisme evolusi. Mereka bahkan bisa membuat kelompok besar hingga 2.000 atau lebih.

O’Corry-Crowe berharap dengan adanya penelitian ini akan mempromosikan penelitian baru lainnya tentang ketahanan spesies dan bagaimana spesies seperti Beluga dapat menanggapi ancaman yang muncul termasuk perubahan iklim.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini