Falcon 9 Luncurkan Satelit Militer Pertama Milik Korea Selatan

Farah Azka Gazali, Jurnalis · Selasa 21 Juli 2020 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 21 16 2249740 falcon-9-luncurkan-satelit-militer-pertama-milik-korea-selatan-JeDxmNrUNY.jpg (Foto: CNet)

JAKARTA – Setelah mengalami penundaan, SpaceX akhirnya berhasil meluncurkan roket Falcon 9 dari Space Launch Complex 40 di Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral, Florida, pada Senin (20/7/2020). Roket berhasil diluncurkan pada pukul 5:30 sore EDT (21:30 GMT). Falcon 9 membawa muatan Anasis-II, sebuah satelit komunikasi militer pertama milik Korea Selatan.

Dilansir Space, roket Falcon 9 sebelumnya dijadwalkan untuk lepas landas pada 14 Juli, namun hal tersebut tertunda akibat kendala teknis yang mengharuskan pihak SpaceX melakukan pengecekan ulang pada hardware roket.

Adapun pada penerbangannya kemarin, roket Falcon 9 juga sempat mengalami penundaan selama 30 menit akibat kondisi cuaca buruk sebelum akhirnya berhasil lepas landas.

“Ini hari yang menyenangkan. Butuh sedikit waktu untuk sampai ke sini, tetapi sepadan dengan misi yang benar-benar berhasil hari ini,” ucap John Innsprucker, insinyur integrasi utama Falcon 9 SpaceX, dikutip Space.

 
Baca juga: Masya Allah, Tanda-Tanda Kiamat Dijelaskan dalam Alquran dan Sains

Adapun perihal muatannya itu, Anasis-II merupakan satelit buatan Airbus Space and Defense yang merupakan hasil kerjasama Korea Selatan dengan Lockheed Martin, di mana desainnya berdasar pada bentuk satelit Airbus Eurostar E3000.

Satelit itu diberikan sebagai bentuk imbalan atas pembelian 40 jet tempur F-35 oleh Korea Selatan dan diklaim dapat memberikan jaringan komunikasi yang aman dan lebih luas. Tentunya hal ini menjadi perjanjian yang baik mengingat Korea Selatan sebelumnya hanya menggunakan satelit internasional dan sipil.

“Anasis-II akan memainkan peran penting dalam menjaga perdamaian di semenanjung Korea, dan saya berharap Republik Korea akan dapat memajukan tidak hanya kemampuan IT-nya, tetapi juga upayanya dalam ruang Litbang melalui keajaiban teknologi ini,” ucap Sae Kyu Nam, Presiden Badan Pengembangan Pertahanan Korea Selatan.

Terkait kelebihan lain dari satelit tersebut, baik dari pihak Korea Selatan maupun Lockheed Martin tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Selain itu SpaceX juga tidak memberikan siaran langsung terkait peluncuran Falcon 9 atas permintaan dari pihak terkait.

Meski begitu Anda masih dapat melihat peluncuran lainnya mengingat SpaceX akan melakukan peluncuran lain pada Agustus dan September menggunakan Falcon 9.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini